Pertajam Penyaluran KUR, BNI Andalkan Klasterisasi

Inkana Putri - detikFinance
Kamis, 09 Sep 2021 18:12 WIB
BNI
Foto: Dok. BNI
Jakarta -

Dalam rangka mendorong peningkatan produktivitas Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di masa pandemi, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) turut mendukung upaya kolaboratif pemerintah melalui sinergi antar kementerian dan lembaga dalam penyaluran dan pemanfaatan Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Berkenaan dengan hal tersebut pada hari ini, telah dilaksanakan optimalisasi penyaluran KUR berbasis Klaster Usaha dalam meningkatkan kesejahteraan dan pemulihan ekonomi di Provinsi Sumatera Utara. Acara ini dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Airlangga mengatakan sinergi kementerian dan Bank Himbara sangat diperlukan dalam mengawal pola klaster, tidak hanya berhenti dari sisi pembiayaan melainkan lebih ke percepatan inklusi keuangan secara menyeluruh. Hal tersebut diterapkan pada ekosistem pada suatu klaster sehingga dari hulu hingga ke hilir UMKM dapat terbantu secara tepat sasaran.

Bentuk inisiasi kerja sama tersebut diimplementasikan melalui pembentukan klaster-klaster unggulan di sektor pertanian. Hal ini sejalan dengan arahan dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara (KBUMN) yang memfokuskan pada delapan klaster unggulan, yakni klaster padi, klaster jagung, klaster sawit, klaster tebu, klaster jeruk, klaster tanaman hias, klaster kopi, dan klaster porang.

Klasterisasi ini sangat berdampak kepada perekonomian Indonesia, di mana BNI dapat berperan aktif dalam mempermudah akses pembiayaan dan layanan keuangan kepada petani. Dengan demikian, petani diharapkan tidak perlu ragu dalam mengawal musim tanam pada Oktober-Maret.

BNI sebagai agent of development turut melakukan pendampingan dan pemberdayaan klaster pertanian. Bekerja sama dengan berbagai pihak, BNI mengintegrasikan satu ekosistem mulai dari sisi supply yang menjamin ketersediaan kebutuhan usaha mulai dari bibit, pupuk dan alat-alat pertanian hingga menjamin ketersediaan pasar sehingga tercipta suatu transaksi keuangan berbentuk close loop system.

"Pemberdayaan kepada UMKM dengan produk yang berorientasi ekspor akan semakin diperluas. Penyaluran KUR BNI telah on the track, baik volume penyaluran maupun sasaran penyaluran, yaitu kepada UMKM maupun kelompok usaha kecil lainnya. Penyaluran KUR kepada kelompok usaha ini diharapkan membantu UMKM untuk mampu bertahan dalam menghadapi dampak wabah pandemi COVID-19," ujar Direktur Hubungan Kelembagaan BNI Sis Apik Wijayanto dalam keterangan tertulis, Kamis (9/9/2021)

Dalam kesempatan tersebut, BNI juga turut memberikan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) berupa ambulans kepada masyarakat sekitar.

Melalui berbagai sinergi ini, UMKM diharapkan mampu mengembalikan daya ungkit yang tinggi dalam ekosistem dari hulu ke hilir di dalam ikatan rantai nilai, baik dalam penyerapan tenaga kerja maupun peningkatan ekspor meski terkendala Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Pada kesempatan tersebut, General Manager Divisi Bisnis Usaha Kecil Bambang Setyatmojo menyebutkan hingga bulan Agustus 2021, realisasi penyaluran KUR Klaster Sawit BNI mencapai Rp 1,25 triliun dan diterima oleh 7.265 petani. Sedangkan secara keseluruhan, KUR BNI telah tersalurkan sebesar Rp 19,71 triliun dan menyentuh 197.865 penerima di seluruh Indonesia.

"Untuk penyaluran KUR klaster merupakan salah satu bentuk dukungan nyata BNI dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional," pungkasnya.



Simak Video "Tok! Maria Lumowa Pembobol BNI Divonis 18 Tahun Penjara"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/ega)