Perubahan Iklim Jadi Ancaman Dunia, Bank BUMN Bisa Apa?

Trio Hamdani - detikFinance
Minggu, 24 Okt 2021 19:31 WIB
Perubahan iklim yang tidak stabil semakin memperparah kehidupan masyarakat Mauritania. Krisis pangan yang serius dialami manusia dan juga hewan ternak disana.
Ilustrasi Krisis Iklim
Jakarta -

Perubahan iklim (climate change) menjadi ancaman bagi dunia. Bahkan itu tak kalah berbahaya dibandingkan pandemi COVID-19 yang kini melanda dunia. Badan usaha milik negara (BUMN) pun ikut didorong untuk menjaga bumi.

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN, sebagai perusahaan pelat merah diminta ikut memperhatikan keberlangsungan bumi, yang mana konsep BTN ke depan bisa menjalankan visi tentang keberlangsungan dan keramahan terhadap lingkungan.

Direktur Compliance and Legal Bank BTN Eko Waluyo mengungkapkan, pembangunan yang berkelanjutan dan keterkaitan antara lingkungan dan ekonomi telah menjadi konsep yang penting bagi pengambil keputusan di Indonesia.

Salah satu tujuannya adalah mengurangi kesenjangan sosial, mengurangi dan mencegah kerusakan lingkungan hidup, menjaga keanekaragaman hayati, dan mendorong efisiensi pemanfaatan energi dan sumber daya alam.

"Bank BTN sebagai salah satu badan usaha milik negara memiliki tanggung jawab untuk berperan serta secara aktif dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan guna meningkatkan kualitas kehidupan dan lingkungan yang bermanfaat bagi masyarakat melalui kegiatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan," katanya melalui keterbukaan tertulis, dikutip detikcom Minggu (24/10/2021).

Eko menuturkan, sebagai entitas bisnis, BTN tidak hanya memikirkan untuk mengembangkan bisnis dari sisi keuntungan (profit), namun juga mengembangkan potensi sumber daya manusia di sekitar tempat berusaha sehingga bisa menjadi pusat unggulan di lingkungan sekitarnya.

Bersambung ke halaman selanjutnya.