Sering Dibuang, Duit Receh Rp 100 Masih Laku Nggak Sih?

Trio Hamdani - detikFinance
Senin, 08 Nov 2021 11:47 WIB
ilustarsi uang receh
Foto: Ilustrasi uang receh (andi/detikcom)
Jakarta -

Uang recehan Rp 100 kerap dipandang sebelah mata. Memang dari segini nilai, Rp 100 adalah pecahan uang rupiah terkecil yang masih berlaku sebagai alat pembayaran.

Nominalnya yang kecil dan berbentuk koin mungkin Rp 100 merepotkan untuk disimpan di dompet maupun di saku celana, sehingga tak jarang diletakkan sembarangan. Setidaknya dibutuhkan 10 koin agar uang recehan tersebut bernilai sama dengan Rp 1.000. Tentu akan memenuhi dompet.

Menurut Perencana Keuangan dari Mitra Rencana Edukasi (MRE) Andi Nugroho, alasan di atas bisa saja menjadi penyebab uang koin Rp 100 kurang dihargai.

"Mungkin banget (repot menyimpannya), aku sendiri juga ngerasain begitu tiap habis belanja dapat uang receh banyak kan, itu jadi menuh-menuhin dompet, dompetnya tebal isinya recehan Rp 100 perak nggak keren banget kan rasanya," katanya kepada detikcom, Senin (8/11/2021).

Terlebih rasanya sudah tidak ada lagi barang-barang yang harganya ratusan rupiah sehingga tidak dibutuhkan pecahan Rp 100. Alhasil orang mengabaikan keberadaan uang receh tersebut. "Ini kan kita apalagi di Jakarta misalnya mau beli sesuatu barang yang harganya Rp 100 itu bisa dibilang sudah nggak ada kan ya," sebutnya.

Pengamatan detikcom sendiri, tukang parkir terkadang ogah menerima uang recehan meskipun jika ditotal jumlahnya bisa mencapai Rp 2.000.

Adapula tukang parkir atau pak ogah di perempatan maupun tempat putar balik kendaraan yang langsung membuang uang Rp 100 yang dia terima dari pengendara.

Tak heran jika terkadang di jalanan dapat ditemukan uang-uang receh Rp 100 yang tergeletak begitu saja. Padahal menurut Andi uang receh tersebut bisa dimanfaatkan jika dikumpulkan hingga banyak.

Simak Video: Pasutri di Makassar Beli Toyota Rush Pakai Uang Receh

[Gambas:Video 20detik]




(toy/fdl)