Curhat Nasabah Bumiputera: Kami Bukan Pengemis tapi Dipaksa Mengemis

Danang Sugianto - detikFinance
Rabu, 10 Nov 2021 09:51 WIB
nasabah bumiputera ojk
Foto: Danang Sugianto/detikcom
Jakarta -

Para nasabah korban gagal bayar AJB Bumiputera 1912 kembali menggelar aksi damai. Mereka tergabung dalam Tim Biru.

Sekitar 50 orang lebih yang mayoritas terdiri dari ibu-ibu berjejer di depan kantor pusat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jl Lapangan Banteng Timur, sambil membentangkan spanduk dan poster berisi aspirasi mereka.

Risa, salah satu orator massa menegaskan bahwa mereka datang menuntut OJK untuk mencairkan kelebihan dana cadangan Bumiputera. Menurutnya dana itu seharusnya bisa membayarkan klaim para nasabah yang sudah jatuh tempo.

"Data dari kami sudah valid, kalau mau cairnya ada namanya, ada alamatnya, ada nomor polisnya, ada nomor rekeningnya, bukan abal-abal," tuturnya di depan Gedung OJK, Jakarta, Rabu (10/11/2021).

Risa menegaskan bahwa pihaknya sudah memberikan data-data para nasabah Bumiputera yang tergabung dalam Tim Biru. Total ada sekitar 500 data polis yang sudah diberikan.

Ini bukan pertama kalinya Tim Biru melakukan aksi. Total sudah 4 kali mereka menggelad aksi damai.

"Kami bukan pengemis tapi dipaksa mengemis meminta uang kami sendiri. Kami sudah lelah demo, tapi kami akan terus melakukannya smpai disetujui pencairan dana kelebihan Bumiputera," tuturnya.

Risa sendiri mengaku klaim polisnya seharusnya jatuh tempo susah sejak 2018 dengan nilai Rp 70 juta. Namun hingga kini belum ada kejelasan terkait pencairan dana tersebut.



Simak Video "Sumur Garam Tua ini Sudah Ada dari Zaman Belanda"
[Gambas:Video 20detik]
(das/ang)