BI Catat Aliran Modal Asing Keluar Rp 12,5 T dalam Sepekan, Ini Rinciannya

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Jumat, 03 Des 2021 16:10 WIB
Melanjutkan tren positif sejak Selasa kemarin, nilai tukar rupiah menguat melawan dolar AS.
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Bank Indonesia (BI) mencatat aliran modal asing keluar Rp 12,5 triliun pada periode 29 November-3 Desember. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengungkapkan nonresiden di pasar keuangan domestik jual neto.

Hal ini terdiri dari jual neto di pasar SBN sebesar Rp 9,82 triliun dan jual neto di pasar saham sebesar Rp 2,68 triliun.

"Berdasarkan data setelmen selama 2021 (ytd), nonresiden jual neto Rp 31,76 triliun," kata dia dalam siaran pers, Jumat (3/12/2021).

BI juga mencatat pada Jumat, nilai tukar rupiah dibuka pada level Rp 14.390. Lalu yield SBN 10 tahun naik pada level 6,43%.

Kemudian Premi CDS Indonesia 5 tahun relatif stabil ke level 87,03 bps per 2 Desember 2021 dari 87,26 bps per 26 November 2021. Selanjutnya untuk inflasi 2021 diperkirakan sebesar 1,55%.

"Penyumbang utama inflasi Desember 2021 hingga minggu pertama yaitu cabai rawit 0,04% dan minyak goreng 0,02%, telur ayam ras, sawi hijau, kangkung, sabun deterjen bubuk dan tarif angkutan udara 0,01%," kata Erwin.

Dia mengungkapkan ada juga komoditas yang mengalami deflasi antara lain bawang merah dan daging sapi masing-masing sebesar -0,01%.

BI akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran COVID-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu, serta langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan.

(kil/ara)