BI-FAST Resmi Meluncur, Kok Belum Ada di M-Banking?

Aulia Damayanti - detikFinance
Selasa, 21 Des 2021 14:52 WIB
social media, closeup of hands holding smartphone in cafe, banking online, businessman with mobile internet
Ilustrasi/Foto: Getty Images/iStockphoto/anyaberkut
Jakarta -

Bank Indonesia resmi meluncurkan BI-Fast Payment yang menyediakan biaya transfer antarbank hanya Rp 2.500. Namun, di beberapa bank dalam mobile bankingnya (M-Banking) belum ada layanan BI-Fast.

Ada 21 bank terdaftar yang disebut sudah siap melayani BI-Fast. Namun, hari ini di mobile banking beberapa bank belum terdapat layanan BI-Fast.

Dalam pantauan detikcom, Selasa (21/12/2021) misalnya di mobile banking Bank Mandiri. Belum terdapat mode transfer antar bank dengan BI-Fast Rp 2.500.

Hanya ada tiga pilihan, pertama transfer dengan biaya Rp 6.500, SKN Rp 2.900 dan RTGS dengan biaya Rp 30.000. Belum ada pilihan BI-Fast Rp 2.500.

Kemudian juga di BCA. Saat hendak transfer ke bank lain belum ada pilihan layanan transfer BI-Fast. Pilihannya hanya transfer online, LLG dan RTGS.

"Sistem BI Fast akan diimplementasikan di berbagai platform BCA secara bertahap dimulai pada platform myBCA, disusul dengan platform lainnya seperti KlikBCA, BCA mobile, dan ATM," kata Executive Vice President Secretariat & Corporate Communication BCA, Hera F. Haryn kepada detikcom.

Sebelumnya, Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan BI-Fast sejatinya sudah siap dipergunakan. Namun memang layanan BI-Fast di perbankan dilakukan secara bertahap. Itu sesuai dengan rencana masing-masing bank.

"Namun demikian, penyediaan layanan BI-FAST oleh perbankan akan dilakukan secara bertahap sesuai rencana masing-masing bank untuk memberikan layanan terbaik kepada nasabahnya," katanya kepada detikcom.

Ia mengkonfirmasi, sementara ini beberapa bank sudah akan menawarkan layanan BI-Fast melalui teller.

"Sementara, beberapa bank sudah akan segera menawarkan layanan BI-Fast sementara lewat teller," ujarnya.

Nantinya, untuk mengakses BI-Fast pada layanan mobile banking perlu adanya proses update aplikasi yang disediakan melalui App Store.

"Sebelum aplikasi dapat release secara resmi, bank dan PJP biasanya akan memastikan jika aplikasi mobile banking sudah stabil dan berjalan dengan baik untuk memberikan customer experience yang optimal," pungkasnya.

(eds/eds)