Tips Menghindari Penipuan yang Mengatasnamakan Bank

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Kamis, 23 Des 2021 18:38 WIB
Ilustrasi Transfer Uang
Foto: Shutterstock/
Jakarta -

Layanan perbankan saat ini semakin digital. Sangat memudahkan dan membuat efisien para nasabah. Tapi digitalisasi ini juga memiliki risiko diincar oleh para oknum yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan kejahatan.

Karena itu perbankan berupaya untuk mengamankan sistem demi menjaga data-data nasabah. Kemudian nasabah juga diminta untuk bisa melindungi datanya sendiri dan jangan pernah memberikan informasi pribadi ke pihak lain.

Executive Vice President Center of Digital BCA Wani Sabu mengungkapkan nasabah harus cerdas karena modus-modus kejahatan di perbankan semakin banyak. "Nasabah harus menjaga kerahasiaan nomor kartu ATM, PIN atau kode-kode sensitif perbankan lainnya kepada siapapun termasuk orang terdekat," kata Wani kepada detikcom, Kamis (23/12/2021).

Wani menyebutkan data yang dimiliki oleh nasabah adalah rahasia yang harus dijaga dengan baik. "Jangan menjadi reaktif dan usahakan tetap tenang supaya psikis tidak mudah diserang oleh fraudster," jelas dia.

Dia menambahkan tantangan terbesar di industri contact center saat ini salah satunya adalah terkait Customer data security/fraud prevention. Contact center adalah gudangnya big data yang sarat sekali dengan berbagai macam data dan informasi privacy seputar pelanggan.

"Dan sudah menjadi kewajiban dan keharusan bagi kita untuk bisa menjaga kerahasiaan data pelanggan tersebut. Terlebih saat ini ancaman cyber crime semakin marak melalui berbagai macam modus seperti technical hacking dan social engineering. Tuntutan nasabah saat ini tidak hanya bisa melakukan transaksi dengan mudah, namun juga harus aman dan secured. Itulah mengapa dari sisi kita perlu secara serius berinvestasi IT Security dan memiliki fraud detection system yang handal," ujarnya

"Selain itu penting untuk kita meningkatkan awareness pelanggan tentang pentingnya bertransaksi secara aman dan modus-modus cybercrime yang harus diantisipasi. Kami melakukan campaign dan sosialisasi melalui seluruh channel yang kami miliki, baik secara walk in di cabang maupun melalui social media platform seperti lewat Youtube, Instagram, Facebook, Twitter, dan lainnya," tutupnya.



Simak Video "Langkah Awal Memudahkan Urusan Perbankan dari Genggaman"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/zlf)