ADVERTISEMENT

4 Jenis Pinjaman yang Mampu Bantu Dongkrak Keuangan, Apa Saja?

Angga Laraspati - detikFinance
Jumat, 31 Des 2021 13:55 WIB
Ilustrasi penipuan transaksi online
Foto: iStock/bunditinay
Jakarta -

Munculnya kebutuhan mendesak atau dadakan, ancaman PHK, potongan gaji, dan masalah finansial serius lainnya dapat muncul tanpa pertanda. Dalam situasi tersebut, mengajukan pinjaman mungkin akan menjadi satu-satunya jalan keluar yang bisa dipilih.

Bukan hal tabu, berutang sah-sah saja dilakukan asal memahami risiko serta konsekuensinya. Plus, bila digunakan dengan tepat dan bijak, utang dapat menjadi sarana untuk menghasilkan uang dan tingkatkan kondisi finansial.

Sebagai contoh, melalui pinjaman uang siapa pun bisa membuka dan mengembangkan usaha, membeli gadget atau gawai untuk keperluan pekerjaan, dan lain sebagainya.

Ini 4 rekomendasi produk pinjaman dan tips mengelolanya:

Kredit Tanpa Agunan (KTA)

KTA merupakan salah satu jenis primadona pinjaman di masyarakat. Karena KTA tak mengharuskan nasabahnya untuk memberikan agunan atau jaminan.

Plafon pinjaman yang ditawarkan pun cukup tinggi, mulai dari Rp1 juta hingga Rp 500 juta dengan tenor sampai 15 tahun. Tidak hanya itu, pinjaman KTA juga bisa dicairkan secara kilat, sekitar 2 hingga 3 hari kerja.

Hanya saja, dihilangkannya syarat pemberian agunan membuat risiko yang diterima oleh penyedia layanan tersebut menjadi lebih besar. Alhasil, untuk menyiasatinya, mereka membebani nasabahnya dengan tingkat bunga relatif tinggi, sekitar 0,5 persen hingga 2 persen per bulan.

Terkait syaratnya, nasabah hanya perlu menyiapkan fotokopi KTP, formulir pengajuan, dan beberapa dokumen pendukung lainnya sesuai ketentuan penyedia layanan.

Kartu Kredit

Produk pinjaman ini sering dimiliki oleh beberapa orang. Dengan produk pinjaman ini, penggunanya bisa dengan bebas menyelesaikan transaksi belanja atau pembelian apa pun dan membayarnya di lain waktu.

Beberapa layanan kartu kredit pun membolehkan nasabahnya untuk melakukan tarik tunai pada mesin ATM dengan sejumlah persyaratan dan batasan.

Daya tarik lainnya dari kartu kredit juga berasal dari banyaknya promo yang bisa didapatkan nasabah untuk meringankan pengeluaran belanja. Tapi perlu diingat, tingkat bunga pada kartu kredit cukup tinggi, sekitar 2% per bulan, dan jika menggunakan fitur tarik tunainya, tingkat bunga yang diberikan bisa mencapai 4%.

Dengan tenor tak lebih dari 12 bulan, mungkin sampai 24 bulan pada beberapa layanan, kartu kredit dapat menjadi solusi praktis untuk penuhi kebutuhan mendesak dengan segera.

Pinjaman Online

Pinjaman online menjadi salah satu produk pinjaman yang tengah naik daun. Produk keuangan berbasis digital ini kerap ditawarkan oleh sejumlah perusahaan fintech melalui platform aplikasi pada smartphone atau situs internet.

Pinjaman online banyak dipilih oleh masyarakat yang membutuhkan suntikan dana dengan segera karena bisa diajukan secara online, tanpa syarat dan proses yang berbelit-belit, serta bisa dicairkan dalam hitungan jam saja.

Namun, beberapa hal yang perlu diwaspadai dari pinjaman online adalah keberadaan layanan ilegal, tingkat bunga relatif lebih tinggi, dan variasi tenor lebih sedikit.

Karena itu perlu dipahami jika layanan pinjaman online yang resmi dan aman untuk digunakan memiliki status terdaftar di OJK, memasang tingkat bunga maksimal 0,8 persen per hari, transparan, dan denda keterlambatan terukur.

Paylater

Tak kalah populer dari pinjol, paylater juga kerap dijadikan sebagai alternatif untuk mengatasi masalah keuangan mendesak. Berbekal KTP serta foto diri, siapa saja bisa menjadi pengguna paylater untuk digunakan berbelanja di beragam e-commerce dan toko online.

Tergantung dari kebijakan penyedia layanannya, ada paylater yang terapkan sistem bunga atau biaya pemakaian rutin setiap bulannya. Layanan ini memiliki pilihan tenor mulai dari 30 hari sampai 6 bulan saja.

Itu tadi beberapa pinjaman yang bisa digunakan bagi yang tengah membutuhkan dana mendesak atau ingin membangkitkan ekonomi. Walaupun terdesak kebutuhan, tetap tenang dan perhatikan risiko produk pinjaman yang bakal dipilih.

Perhatikan legalitas dan kredibilitas pemberi pinjaman, dan sesuaikan nominal uang yang dipinjam dengan kondisi keuangan.

Hindari juga mengajukan pinjaman baru untuk melunasi beban pinjaman sebelumnya serta bayar cicilan utang tepat waktu agar tagihan utang tak semakin membengkak dan membuat finansial tambah berantakan.

Memang, masalah finansial bisa saja terjadi pada setiap orang tanpa terkecuali. Jangan dijadikan sebagai alasan untuk menyerah dan tak berbuat apa-apa.

Jadi siapapun harus mampu menciptakan rencana agar bisa bangkit dari keterpurukan tersebut. Nah, saat rencana membangkitkan finansial tersebut membutuhkan aktivitas berutang, pastikan untuk memilih produk pinjaman yang sesuai dengan kebutuhan dan pahami risikonya agar bisa lebih optimal memetik manfaatnya.

(ega/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT