OJK Minta Agen Asuransi Blak-blakan Jelaskan Produk yang Dijual

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Senin, 24 Jan 2022 17:07 WIB
Ilustrasi Gedung Djuanda I dan Gedung Soemitro Djojohadikusumo
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Sejumlah nasabah asuransi Prudential, AXA Mandiri dan AIA mendatangi kantor perusahaan asuransi tersebut. Para nasabah itu menuntut uang mereka dikembalikan karena dana yang mereka dapatkan tidak sesuai dengan apa yang dijanjikan oleh agen.

Menanggapi hal tersebut, Deputi Komisioner Hubungan Masyarakat dan Logistik OJK Anto Prabowo mengungkapkan saat ini pihak perusahaan asuransi dan nasabah sudah melakukan komunikasi dan membahas masalah tersebut. Dia mengungkapkan pihak perusahaan juga harus bisa mencarikan solusi yang pas untuk kedua belah pihak.

"Kemarin antara konsumen dan perusahaan asuransi itu terjadi internal dispute resolution sehingga belum ada kesepakatan. Maka kedua belah pihak bisa ke eksternal yaitu non mitigasi ke LAPS dan migitasi ke pengadilan," kata dia saat dihubungi detikcom, Senin (24/1/2022).

Anto mengungkapkan jika menempuh LAPS maka akan digelar mediasi dan arbitrase. Menurut Anto memang solusi yang dicari harus menguntungkan kedua belah pihak.

Karena itu ke depan OJK akan menguatkan dan mengetatkan terkait produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI). Hal ini demi mencegah hal-hal seperti ini terulang kembali.

Misalnya perusahaan harus memiliki aktuaris, pengalaman, modal minimum, sumber daya manusia dan infrastruktur yang mumpuni. Kemudian perusahaan juga harus memperhatikan terkait aturan cuti premi akan seperti apa, pengelolaan aset, biaya biaya hingga nilai tunai asuransi. Hal-hal ini sangat penting untuk para konsumen dan juga perusahaan.

OJK juga meminta kepada tenaga pemasar untuk transparan dalam memasarkan produk. Jadi harus melihat kebutuhan dan kemampuan calon konsumen. Apalagi sekarang banyak nasabah yang salah mengartikan, asuransi dengan menabung padahal berbeda persepsi. "Jadi mereka harus memastikan ke calon pemegang polis, dan menjelaskan secara transparan produk apa yang dijual dan dijelaskan risiko-risikonya," jelas dia.



Simak Video "Kata BRI soal Nasabah Robek Buku Tabungan Gegara Saldo Berkurang"
[Gambas:Video 20detik]