Sebelum Beli Asuransi Unit Link, Wajib Bawel Sama Pertanyaan Ini!

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Senin, 24 Jan 2022 18:45 WIB
Business woman showing insurance document over white desk at office
Ilustrasi/Foto: Getty Images/iStockphoto/eternalcreative
Jakarta -

Beberapa waktu terakhir nasabah unit link menuntut uang mereka dikembalikan. Hal ini karena mereka merasa para agen tidak menyampaikan informasi yang sesuai dengan fakta yang mereka alami saat ini.

Karena itu jika detikers mau beli produk asuransi unit link, wajib menanyakan dengan detil terkait produk tersebut kepada agen. Jangan sampai mudah setuju dan tanda tangan tanpa tahu apa saja isi polis atau perjanjian.

Perencana keuangan dari Advisors Alliance Group Indonesia, Andy Nugroho mengungkapkan unit link merupakan produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI).

Karena itu ada beberapa pertanyaan yang harus diajukan kepada agen yang menawarkan. Antara lain:

- Berapa uang pertanggungan yang akan saya dapatkan?
- Benefit apa saja yang bisa saya dapatkan jika saya membeli produk ini?
- Apa saja manfaat yang dikaver oleh asuransi ini?
- Berapa lama saya bisa mendapatkan pertanggungan dan manfaat?
- Bagaimana jika di tengah jalan saya tidak bisa membayar polis? Apa yang akan terjadi?
- Bagaimana caranya untuk klaim yang mudah dan tidak dipersulit? Apa yang harus saya lakukan?
- Bagaimana estimasi imbal hasil investasinya? Apa saja risiko yang mungkin saya temui? Apa dampaknya untuk saya?
- Seberapa paham anda tentang investasi dan unit link ini?
- Bagaimana caranya jika saya ingin mengambil uang seperti yang tertera di polis?
- Bagaimana jika saya meninggal dunia? Apa yang didapatkan oleh ahli waris? Bagaimana cara mengurusnya? Butuh waktu berapa lama untuk mengurus hal tersebut?
- Berapa lama kontrak ini?
- Apa saja biaya yang ditanggung oleh saya? Mulai dari biaya akuisisi dan potongan apa saja yang akan dilakukan?
- Berapa besar biaya-biaya tersebut? Kenapa saya harus membayar biaya itu?
- Apa jenis investasi yang akan digunakan oleh perusahaan untuk unit link ini?
- Bagaimana kinerja atau kesehatan perusahaan asuransi?
- Bagaimana perizinan perusahaan asuransi ini?
- Bagaimana dengan lisensi anda di Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI)? Sudah berapa lama anda bekerja?
- Kenapa anda menyebut ini sebagai produk tabungan, padahal unit link dan tabungan adalah produk yang berbeda?
- Bagaimana jika ada masalah di kemudian hari? Ke mana saya harus melapor?

Andy menjelaskan pertanyaan-pertanyaan ini sangat penting untuk ditanyakan. Calon pemegang polis harus benar-benar detil karena ini menyangkut dana yang disetorkan ke perusahaan asuransi.

"Tanyakan semuanya dengan jelas dan minta penjelasan yang lengkap. Jangan pernah merasa tidak enak karena belum tahu, tugas agen harus menjelaskan secara detil supaya tidak jadi masalah di kemudian hari," jelas Andy.

(kil/eds)