ADVERTISEMENT

Awas! Jangan Percaya Orang Pamer Harta dari Investasi, Duit Bisa Amsyong

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Kamis, 10 Mar 2022 12:50 WIB
Petugas Cash Center BNI menyusun tumpukan uang rupiah untuk didistribusikan ke berbagai bank di seluruh Indonesia dalam memenuhi kebutuhan uang tunai jelang Natal dan Tahun Baru. Kepala Kantor perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua mengungkapkan jumlah transaksi penarikan uang tunai sudah mulai meningkat dibanding bulan sebelumnya yang bisa mencapai penarikan sekitar Rp1 triliun. Sedangkan untuk Natal dan tahun baru ini secara khusus mereka menyiapkan Rp3 triliun walaupun sempat diprediksi kebutuhannya menyentuh sekitar Rp3,5 triliun. (FOTO: Rachman Haryanto/detikcom)
Ilustrasi/Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengingatkan masyarakat agar berhati-hati dalam investasi. Sebab, ada penipuan terkait investasi yang dikemas secara menarik.

"Kami harus menyampaikan kepada publik bahwa ada kecenderungan investasi itu dilakukan secara menipu, dikemas sedemikian menarik, sehingga itu melalaikan pihak publik, melalaikan masyarakat, apalagi dengan tawaran-tawaran keuntungan yang luar biasa instan," kata Kepala PPATK Ivan Yustiavandana dalam konferensi pers, Kamis (10/3/2022).

Dia mengatakan, di balik kemudahan bahkan aktivitas pamer-pamer kekayaan itu memperkuat unsur penipuan. Tujuannya, mengambil keuntungan sebanyak mungkin dari publik.

"Tapi sekali lagi di balik tawaran yang luar biasa instan, di balik kemudahan proses, di balik semua pancingan narasi-narasi pamer-pamer harta kekayaan itu, di balik itu adalah ada semakin kuat unsur penipuan yang tujuannya adalah mengambil uang dari publik sebanyak mungkin dengan metode perdagangan transaksi," terangnya.

Menurutnya, ketika ada kerugian yang dialami oleh publik akan dianggap sebagai kerugian transaksi. Dia bilang, ada upaya untuk menjustifikasi transaksi tersebut menjadi sebuah risiko yang harus diemban publik yang terlibat.

"Tapi sebenarnya di balik itu memang ada intensi memproduksi sebuah transaksi, membuat sebuah mekanisme transaksi yang tujuannya adalah sesungguhnya dari awal ditunjukkan untuk melakukan penipuan," katanya.

Simak juga Video: Bareskrim Bongkar Kasus Penipuan Investasi Robot Trading Skema Ponzi

[Gambas:Video 20detik]



(acd/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT