KB Bukopin Bidik Posisi 10 Besar Bank Indonesia, Intip Strateginya

Kholida Qothrunnada - detikFinance
Minggu, 27 Mar 2022 19:35 WIB
KB Bukopin
Foto: KB Bukopin
Jakarta -

PT Bank KB Bukopin Tbk (BBKP) telah menyiapkan konsep "Next Level Banking" untuk menjadi salah satu bank terbesar di Indonesia. Komitmen itu bakal diwujudkan,dengan sejumlah strategi pelayanan mereka.

Presiden Direktur KB Bukopin Chang Su Choi menyampaikan, bahwa "Next Level Banking" merupakan bentuk komitmen KB Bukopin.

"Komitmen ini akan terefleksikan pada optimalisasi produk dan layanan kami, sehingga diharapkan bisnis inti serta produk dan layanan KB Bukopin menjadi lebih Customer Oriented, Digital, dan Efisien," kata Choi dalam keterangan tertulis, dikutip Minggu (27/3/2022).

Dalam mendukung upaya itu, KB Bukopin akan segera menjalankan New Generation Banking System (NGBS), berupa transformasi outlet dan jaringan distribusi di seluruh Indonesia. Tidak hanya itu, dalam beberapa waktu ini KB Bukopin akan diwujudkan visi, yang menjadikan KB Bukopin sebagai "The First Choice of Financial Institution".

"Serta memperkuat sinergi secara internal maupun eksternal demi mencapai tujuan untuk menjadi Top 10 Bank di Indonesia," jelas Choi.

Di bawah naungan KB Kookmin Bank, di tahun 2022 ini KB Bukopin 2022 memang sedang gencar melakukan ekspansi ke berbagai sektor bisnis. Salah satu bagian dari rangkaian strategi mereka di tahun ini adalah menggandeng girl band K-Pop AESPA, menjadi brand ambassador (BA) dalam mewujudkan komitmennya itu.

KB Bukopin menampilkan video berdurasi 30 detik berjudul "Next Level Banking", yang menampilkan 4 personil girl band K-Pop yang sedang naik daun itu.

"Video korporasi bersama AESPA ini, diharapkan dapat memberikan gambaran perubahan yang akan kami lakukan untuk kepentingan nasabah dalam waktu cukup singkat menuju level selanjutnya," tutur Choi.


Per September 2021, total aset KB Bukopin mencapai Rp 89,27 triliun, lalu dari sisi penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp 56,48 triliun. Sementara, penyaluran kreditnya sebesar Rp 53,94 triliun.

(dna/dna)