Kejar Utang 229 Pengemplang BLBI, Satgas Baru Kantongi Rp 19 T

Aulia Damayanti - detikFinance
Sabtu, 23 Apr 2022 07:00 WIB
Satgas BLBI Bergerak
Kejar Utang 229 Pengemplang BLBI, Satgas Baru Kantongi Rp 19 T/Foto: Satgas BLBI Bergerak (Denny Pratama/detikcom)
Jakarta -

Satuan Tugas Penanganan Hak Tagih Negara Dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (Satgas BLBI) akan menagih 229 obligor/debitur yang memiliki utang ke negara. Utang itu berkaitan dengan Dana BLBI.

Direktur Pengelolaan Kekayaan Negara DJKN Kementerian Keuangan, Purnama Sianturi mengatakan pengejaran utang ratusan obligor/debitur itu dilakukan bertahap. Untuk tahap pertama tengah menangani 46 obligor/debitur.

Sementara yang sudah berhasil ditagih baru 25 obligor/debitur. Adapun total yang saat ini dikumpulkan dari penyitaan aset hingga penagihan sebesar total Rp 19.164.633.815.293 atau Rp 19 triliun. Angka itu total hingga 31 Maret 2022.

"Jadi sisanya 21 obligor/debitur masih dalam proses penanganan di tahap pertama ini," jelasnya, Jumat (22/4/2022).

Sayangnya, Purnama enggan memberikan data keseluruhan nama obligor/debitur yang menjadi target Satgas BLBI tersebut.

"46 obligor/debitur itu bertahap dari berapa jumlah yang ditangani oleh Satgas, nanti akan ada tahap pertama, kedua, ketiga. Yang ditangani oleh Satgas, ada 200 lebih obligor/debitur, untuk siapa siapa nama debiturnya belum bisa menjawab karena kewenangan informasi yang dikecualikan," ucapnya.

Hasil yang diperoleh oleh Satgas hingga 31 Maret 2022 dengan total Rp 19 triliun:

- Dalam bentuk uang cash Rp 371,29 miliar
- Dalam bentuk sitaan barang jaminan/harta kekayaan lain Rp 12,25 triliun
- Dalam bentuk penguasaan aset properti Rp 5,38 triliun
- Dalam bentuk pemegang saham pengendali (PSP) dan hibah kepada K/L dan Pemda Rp 1,146 triliun.

Aset yang disita berasal dari obligor/debitur hingga 31 Maret 2022:

1.PT Timor Putra Nasional

2. Trijono Gondokusumo

3. Santoso Sumali

4. Grup Texmaco

5. Ulung Bursa

6. Kaharudin Ongko

7. Agus Anwar

(ara/ara)