Kebijakan Moneter: Pengertian, Tujuan, Jenis, Instrumen dan Contohnya

Kholida Qothrunnada - detikFinance
Senin, 09 Mei 2022 21:30 WIB
Ketidakpastian Ekonomi dan Kebijakan Moneter Longgar
Ketidakpastian Ekonomi dan Kebijakan Moneter Longgar/Foto: detik
Jakarta -

Kebijakan moneter adalah kebijakan pemerintah melalui bank sentral sebagai pemegang otoritas moneter, untuk mengendalikan jumlah uang yang beredar.

Basuki, S.Pd., M.M dalam e-modul Ekonomi Kemdikbud Kelas XI menuliskan, pengertian kebijakan moneter juga didefinisikan sebagai tindakan yang dilakukan oleh otoritas moneter untuk mempengaruhi jumlah yang beredar dan kredit, yang pada akhirnya akan mempengaruhi kegiatan ekonomi masyarakat.

Kebijakan moneter dilakukan dalam rangka mencapai kestabilan ekonomi. Bank sentral di Indonesia adalah Bank Indonesia (BI). Dalam kebijakan moneter, BI memiliki tujuan untuk mencapai dan memelihara kestabilan nilai Rupiah.

Contoh kebijakan moneter adalah melakukan pengendalian inflasi. Selain itu, contoh kebijakan moneter juga adalah dengan mengatur jumlah uang beredar di masyarakat. Hal ini mendorong dunia usaha untuk melakukan investasi baru, untuk meningkatkan kesempatan kerja.

Tujuan Kebijakan Moneter

Tujuan dari kebijakan moneter adalah sebagai berikut:

Menjaga Stabilitas Ekonomi

Jalannya perekonomian akan terganggu, jika jumlah uang yang beredar melebihi atau lebih sedikit dari jumlah barang dan jasa yang beredar. Hal ini bisa mengakibatkan terjadinya inflasi atau deflasi. Untuk itu, kebijakan moneter sangat diperlukan untuk menjaga stabilitas ekonomi.

Menjaga Stabilitas Harga Tinggi

Harga yang tinggi bisa mengakibatkan turunya permintaan, yang mengakibatkan turunnya produktivitas dunia usaha. Jika harga terlalu tinggi pemerintah bisa mengurangi jumlah uang yang beredar di masyarakat, demikian pula sebaliknya.

Meningkatkan Kesempatan Kerja

Hal itu dilakukan dengan menerapkan kebijakan moneter, yakni mengatur jumlah uang beredar di masyarakat maka perekonomian akan menjadi stabil. Hal ini mendorong dunia usaha untuk melakukan investasi baru, hingga bisa menyerap tenaga kerja dan meningkatkan kesempatan kerja.

Memperbaiki Posisi Neraca Perdagangan dan Pembayaran

Salah satu kebijakan moneter yaitu dengan menjalankan kebijakan menurunkan nilai mata uang dalam negeri terhadap mata uang asing (devaluasi). Dengan devaluasi, pada akhirnya bisa meningkatkan ekspor ke luar negeri. Meningkatnya ekspor, akan mengakibatkan neraca perdagangan dan neraca pembayaran tidak mengalami defisit.

Jenis Kebijakan Moneter

Ada dua jenis kebijakan moneter, yaitu:

Tight Money Policy (Kebijakan Uang Ketat)

Kebijakan uang ketat adalah kebijakan bank sentral untuk mengurangi jumlah uang beredar di masyarakat.

Cara melakukan kebijakan tight money policy adalah sebagai berikut:

  • Menaikkan suku bunga (kebijakan diskonto)
  • Menjual surat-surat berharga (kebijakan pasar terbuka)
  • Menaikkan cadangan kas (kebijakan cash ratio)
  • Membatasi atau memperketat pemberian kredit.

Easy Money Policy (Kebijakan Uang Longgar)

Kebalikan dari tight money policy, arti easy money policy adalah kebijakan bank sentral untuk menambah jumlah uang yang beredar di masyarakat.

Instrumen Kebijakan Moneter

Instrumen kebijakan moneter adalah sebagai berikut:

Kebijakan Operasi Pasar Terbuka

Operasi pasar terbuka adalah salah satu kebijakan yang diambil bank sentral untuk mengurangi atau menambah jumlah uang beredar, dengan cara menjual atau membeli surat-surat berharga seperti Sertifikat Bank Indonesia (SBI).

Kebijakan Diskonto

Kebijakan diskonto adalah di mana bank sentral akan mengatur jumlah uang yang beredar di masyarakat, dengan mengubah (menaikkan atau menurunkan) tingkat suku bunga bank umum.

Kebijakan Cadangan Kas di Bank

Bank sentral akan mengatur jumlah uang yang beredar di masyarakat, dengan menaikkan atau menurunkan jumlah cadangan kas minimum yang ada di bank.

Kebijakan Kredit Selektif

Kebijakan akan dilakukan bank sentral p saat ekonomi sedang mengalami inflasi. Caranya dengan memperketat syarat-syarat pemberian kredit kepada masyarakat atau disebut dengan syarat 5C (character, capacity, collateral, capital, dan condition).

Kebijakan Dorongan Moral

Bank sentral dapat mempengaruhi jumlah uang beredar dengan berbagai pengumuman, pidato, dan edaran yang ditujukan kepada bank umum dan pelaku moneter lainnya.

Demikian penjelasan apa yang dimaksud kebijakan moneter dan contohnya.

(fdl/fdl)