ADVERTISEMENT

The Fed Berpotensi Rugi Investasi Rp 4.700 T, Kok Bisa?

Aulia Damayanti - detikFinance
Senin, 30 Mei 2022 10:29 WIB
Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) pagi ini masih berada di level Rp 14.100. Dolar AS sempat tersungkur dari level Rp 14.500an hingga ke Rp 14.119 pada Sabtu pekan lalu.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve dikabarkan menanggung kerugian yang belum direalisasi sebesar US$ 330 miliar atau setara Rp 4.792 triliun (kurs Rp 14.521). Menurut laporan keuangan bank, kerugian ini terjadi atas investasi Kementerian Keuangan AS dan sekuritas per Maret 2022.

Mengutip dari reuters, Senin (30/5/2022) Dalam laporan keuangan yang dirilis tersebut, kerugian tersebut terjadi karena dampak kenaikan suku bunga terhadap nilai pasar neraca The Fed. Angka kerugian itu pun diprediksi masih akan bertambah lagi.

Adapun total potensi kerugian bertambah sebesar US$ 8,5 triliun. Penambahan ini disebut akan menimbulkan masalah politik yang berpotensi juga mempersulit keadaan bank sentral itu.

Saat ini kepemilikan bank sentral di dua aset tersebut hampir US$ 9 triliun. Ke depan masih ada memungkinkan Fed menambahkan aset sebesar US$32,2 miliar ke Departemen Keuangan AS pada kuartal pertama tahun 2022.

Kepala ekonom di Bank Policy Institute, Bill Nelson, mengatakan jika melihat aset The Fed hingga akhir tahun lalu, kerugian yang belum direalisasi bahkan disebut lebih besar US$ 458 miliar. Hal itu disebabkan karena banyak adet yang dibeli saat pandemi, di mana pada waktu yang sama kondisi negara masih proses proses pemulihan dari pandemi.



Simak Video "Sri Mulyani Ungkap Banyak Kantor Pajak di Indonesia yang Masih Sewa Ruko"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT