AS Hingga Inggris Naikkan Suku Bunga Berjemaah, Krisis Sudah Dekat?

Anisa Indraini - detikFinance
Jumat, 17 Jun 2022 10:52 WIB
The Fed Diperkirakan Naikkan Suku Bunga 3 Kali Tahun 2016
AS Hingga Inggris Naikkan Suku Bunga Berjemaah, Krisis Sudah Dekat?/Foto: CNBC
Jakarta -

Bank sentral sejumlah negara telah menaikkan suku bunga acuan untuk memerangi inflasi. Tren ini diperkirakan masih terus berlanjut seiring inflasi yang melonjak tajam.

Penyebab pertama dari tingginya inflasi adalah harga komoditas. Harga komoditas seperti pangan dan energi naik tinggi karena pasokan langka akibat pandemi COVID-19 dan diperparah konflik Rusia dan Ukraina.

Ditingkatkannya suku bunga oleh bank sentral untuk memerangi inflasi, bisa memperlambat ekonomi global maupun domestik. Ujungnya ancaman resesi pun tak bisa dihindari.

Dirangkum detikcom, Jumat (17/6/2022), berikut sejumlah bank sentral negara yang telah menaikkan suku bunga:

1. Inggris

Terbaru Bank Sentral Inggris (BoE) menaikkan suku bunga acuan untuk kelima kalinya sejak Desember 2021. Kali ini naik sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 1,25%, tertinggi sejak krisis keuangan global pada 2009.

Langkah itu diambil karena inflasi negara itu diperkirakan menembus level di atas 11% pada 2022. Melonjaknya harga makanan dan bahan bakar telah mendorong jutaan warga Inggris ke dalam salah satu krisis biaya hidup terburuk yang pernah ada.

Perusahaan riset makanan IDF mengatakan kenaikan harga bahan makanan bisa mencapai 15% selama musim panas. Perang di Ukraina yang membatasi ekspor dari kawasan itu dan negara lainnya menjadi beberapa faktor yang memicu inflasi pangan.

2. Amerika Serikat (AS)

Keputusan BoE datang sehari setelah bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) menaikkan suku bunga 75 bps atau 0,75% menjadi 1,5-1,75%. Keputusan ini dilakukan untuk mengendalikan inflasi yang sudah menyentuh 8,6%.

Dikutip dari CNN, kenaikan suku bunga ini disebut-sebut menjadi yang terbesar sejak 1994. Dampaknya diyakini bakal mempengaruhi jutaan bisnis dan rumah tangga AS mulai dari mendorong naiknya biaya pinjaman untuk rumah, mobil, dan pinjaman lainnya untuk menahan daya beli.

Gubernur The Fed Jerome Powell mengakui kenaikan suku bunga yang diketok saat ini adalah yang luar biasa besar. Dia mengingatkan bank sentral kemungkinan membahas kenaikan suku bunga 75 bps atau 50 bps pada pertemuan berikutnya yakni 26-27 Juli.

"Ini adalah kebijakan yang sangat luar biasa," ungkap Powell.

3. Australia

Bank Sentral Australia (Reserve Bank of Australia/RBA) menaikkan suku bunga pada (7/6) sebesar 50 bps menjadi 0,85%. Suku bunga tersebut merupakan yang tertinggi sejak September 2019, atau sebelum pandemi COVID-19 melanda.

Biro Statistik Australia pada April lalu melaporkan inflasi di kuartal I-2022 melesat 5,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year on year/yoy). Angka tersebut sudah jauh lebih tinggi dari target RBA yang sebesar 2-3%.

Bagaimana bank sentral India hingga Eropa? Cek halaman berikutnya.