Marak Aksi Begal Rekening Pakai Soceng, Ini Contoh-contohnya

ADVERTISEMENT

Marak Aksi Begal Rekening Pakai Soceng, Ini Contoh-contohnya

Ilyas Fadilah - detikFinance
Sabtu, 18 Jun 2022 16:30 WIB
An illustration picture shows a projection of binary code on a man holding a laptop computer, in an office in Warsaw June 24, 2013. REUTERS/Kacper Pempel/Illustration/File Photo
Foto: Reuters/Kacper Pempel
Jakarta -

Aksi begal rekening dengan Social Engineering (Soceng) marak terjadi belakangan ini. Contohnya, informasi palsu di jejaring media sosial yang mengatasnamakan pihak bank.

Baru-baru ini beredar tangkapan layar berisi pesan singkat, dan tautan tentang perubahan biaya administrasi ATM BRI sejumlah Rp 150.000 per bulan dengan unlimited transaksi.

Terdapat beberapa nasabah yang menjadi korban penipuan tersebut. Salah satunya berasal dari Padang yang videonya viral di media sosial. Korban mendatangi unit kerja BRI dan mengaku jadi korban soceng akibat memberikan user, password, OTP (One Time Password) kepada pelaku.

Tindak penipuan lainnya mengatasnamakan Bank BCA. Kedoknya adalah tawaran menjadi nasabah prioritas untuk mengelabui korban.

Tak cuma itu, penawaran juga terjadi di media sosial melalui akun BCA palsu. Direktur BCA Haryanto T Budiman mengatakan belakangan ini kasus cybercrime makin ramai di era digital. Salah satunya adalah penipuan online seperti munculnya iklan di media sosial dan meminta data pribadi seperti nomor kartu kredit, PIN sampai OTP.

Modus lain yang mengatasnamakan BCA adalah tawaran upgrade menjadi BCA Solitaire dan Prioritas melalui telepon dan WhatsApp. Modus yang sama juga ditemukan di Instagram.

Maraknya aksi penipuan ini mengundang respon dari pihak perbankan. Pihak bank meminta masyarakat untuk tidak memberikan informasi vital kepada siapa pun.

"BRI senantiasa mengimbau nasabah agar lebih berhati-hati serta tidak menginformasikan kerahasiaan data pribadi dan data perbankan kepada orang lain atau pihak yang mengatasnamakan BRI, termasuk memberikan informasi data pribadi maupun data perbankan (nomor rekening, nomor kartu, PIN, user, password, OTP dsb.) melalui saluran, tautan atau website dengan sumber tidak resmi dan tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," kata Aestika dalam keterangan tertulis, dikutip Sabtu (18/6/2022).

Senada dengan Aestika, Haryanto mengungkapkan hal yang sama. "Hal ini patut diwaspadai oleh nasabah, karena bank tidak pernah meminta data pribadi Anda. Jangan pernah memberikan data pribadi kepada siapapun," imbuhnya.

Haryanto menambahkan, jangan pernah percaya dengan penelepon dengan awalan 021 atau +62. Hal ini karena nomor telepon BCA adalah 1500888 dan nomor Whatsapp resmi BCA adalah 08111500998 dengan centang hijau.

Aestika dan Haryanto mengimbau masyarakat untuk menghubungi bank hanya melalui kontak resmi, bisa lewat website, atau media sosial yang sudah terverified.

Saksikan juga Sosok Minggu Ini: Kisah Pendiri Institut Musisi Jalanan 'Memberontak' dan Cegat Presiden

[Gambas:Video 20detik]



(fdl/fdl)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT