Green Bond BNI Tumbuh Positif, Ini Sektor Sasarannya

Inkana Izatifiqa R Putri - detikFinance
Kamis, 23 Jun 2022 16:39 WIB
Ilustrasi Gedung BNI
Foto: Dok. BNI
Jakarta -

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk optimistis untuk melakukan akselerasi kinerja green banking tahun ini. Hal ini seiring dengan efektifnya BNI green bond Rp 5 triliun.

Corporate Secretary BNI Mucharom menyampaikan kinerja pertumbuhan pembiayaan hijau BNI masih tumbuh positif seiring dengan perjanjian kredit berkelanjutan yang masih berjalan agresif, baik di segmen UMKM maupun korporasi pada paruh pertama tahun ini.

BNI menilai green banking merupakan masa depan perbankan nasional. Terlebih, konsep ekonomi yang akan digunakan di masa depan adalah ekonomi sirkular, yakni ekosistem ekonomi yang mengedepankan daur ulang berbagai limbah sebagai bahan baku produksi guna mengurangi eksploitasi komoditas alam yang berlebihan. Menurut Mucharom, model ekonomi ini mengedepankan efisiensi guna mengurangi pembuangan efek rumah.

"Kami bersyukur dan tentunya bangga sekali karena telah berhasil menerbitkan green bond. Kebanggaan ini makin lengkap karena sambutan dan apresiasi luar biasa dengan oversubscribe hingga 4 kali. Tentunya dana yang terhimpun akan langsung kami gunakan untuk mendorong kinerja green banking lebih kuat lagi," katanya.

Mucharom menuturkan BNI akan melakukan pembiayaan maupun pembiayaan kembali proyek-proyek dalam kategori Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan (KUBL). Adapun proyek ini akan berkaitan dengan energi terbarukan, efisiensi energi, pengolahan sampah menjadi energi dan manajemen limbah, penggunaan sumber daya alam dan penggunaan tanah yang berkelanjutan.

"Dana dari green bond juga akan disalurkan pada proyek konservasi keanekaragaman hayati darat dan air, transportasi ramah lingkungan, pengelolaan air dan air limbah yang berkelanjutan, adaptasi perubahan iklim, gedung berwawasan lingkungan, dan pertanian berkelanjutan, dengan memperhatikan Peraturan OJK No. 60/POJK.04/2017 tentang Penerbitan dan Persyaratan Efek Bersifat Utang Berwawasan Lingkungan (Green Bond)," ujarnya.

Mucharom memaparkan per kuartal pertama 2022 BNI membukukan catatan kinerja positif baik dari ekspansi portofolio hijau sekaligus implementasi ESG di semua lini bisnis. Portofolio hijau BNI mencapai Rp 170,5 triliun. Ia menyebut nilai ini mengambil porsi 28,9% dari total portofolio kredit BNI.

"Pembiayaan hijau ini utamanya diberikan untuk kebutuhan pengembangan ekonomi sosial masyarakat melalui pembiayaan UMKM dengan total portofolio mencapai Rp 115,2 triliun. Selebihnya digunakan untuk kebutuhan pembangunan ekosistem lingkungan hijau, energi baru terbarukan sebesar Rp 10,3 triliun, serta pengelolaan polusi sebesar Rp 6,8 triliun, serta pengelolaan air dan limbah sebesar Rp 23,3 triliun," pungkasnya.



Simak Video "Mengobati Kerinduan akan Konser Musik di Java Jazz Festival 2022"
[Gambas:Video 20detik]
(ncm/ega)