Jangan Sampai Jadi Korban Soceng, Ini Cara Aman Biar Rekening Tak Dibobol

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Kamis, 23 Jun 2022 17:50 WIB
Darkweb, darknet and hacking concept. Hacker with cellphone. Man using dark web with smartphone. Mobile phone fraud, online scam and cyber security threat. Scammer using stolen cell. AR data code.
Jangan Sampai Jadi Korban Soceng, Ini Cara Aman Biar Rekening Tak Dibobol/Foto: Getty Images/iStockphoto/Tero Vesalainen
Jakarta -

Kejahatan perbankan menggunakan modus social engineering atau soceng masih marak. Jangan sampai terjebak dan menjadi korban.

Dikutip dari akun Instagram OJK, Kamis (23/6/2022), masyarakat harus menjaga kerahasiaan data pribadi dan harus waspada dengan penipu yang mengaku pegawai bank atau instansi yang menanyakan data pribadi. Masyarakat juga diimbau jangan pernah mengunggah data pribadi di media sosial.

"Cek keaslian telepon, akun media sosial, email dan website bank," tulisnya, Kamis (23/6/2022).

Lalu selalu aktifkan two factor authentication dan mengaktifkan notifikasi transaksi rekening dan cek histori rekening secara berkala agar terhindar dari soceng.

Sebelumnya Founder Digital Forensic Indonesia, Ruby Alamsyah menjelaskan masyarakat juga harus melatih dan membiasakan diri untuk tidak melakukan klik link dari orang asing. "Mereka punya tim, jadi tim A kirim info, tim B eksekusi dan tim C mengambil hasil curiannya," jelas Ruby

Masyarakat diminta tidak percaya dengan informasi atau rayuan dari orang-orang yang tidak dikenal. Selanjutnya harus ditanamkan dalam pikiran jika bank menghubungi nasabah maka akan menggunakan nomor resmi, bukan nomor yang bisa didapatkan di tempat umum.

Jadi jika memang ragu, bisa menghubungi dulu customer service bank untuk menanyakan nomor atau informasi tersebut.

Saat ini sudah banyak bank yang menyediakan layanan informasi melalui WhatsApp dan berbagai jaringan media sosial. Selanjutnya, lebih baik diabaikan pesan-pesan yang tidak jelas pengirimnya tersebut. Nomor pengirim bisa langsung diblokir dan dihapus.

"Kemudian jangan pernah mengisi informasi pribadi kita di website apapun baik resmi ataupun tidak, karena website yang benar itu tidak akan pernah meminta nama ibu kandung atau data pribadi yang sensitif seperti foto kartu kredit depan belakang atau informasi lainnya," jelas dia.

(kil/ara)