ADVERTISEMENT

The Fed Belum Berhenti Naikkan Suku Bunga, Bagaimana Nasib Ekonomi AS?

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 11 Jul 2022 08:40 WIB
The U.S. Capitol is seen between flags placed on the National Mall ahead of the inauguration of President-elect Joe Biden and Vice President-elect Kamala Harris, Monday, Jan. 18, 2021, in Washington.
Foto: AP/Alex Brandon
Jakarta -

Mantan Kepala Ekonom International Monetary Fund (IMF) Ken Rogoff menyatakan tidak mungkin bank sentral Amerika Serikat (AS), The Federal Reserve (The Fed) bisa menekan inflasi tanpa membuat AS terseret ke jurang resesi.

"Mereka harus memutuskan, apakah mereka harus menurunkan inflasi dengan cepat, atau mereka akan melemparkan kita ke dalam resesi," kata Rogoff dilansir CNN, Senin (11/7/2022).

Rogoff yakin pasti bank sentral akan memilih menurunkan inflasi, namun hal itu akan dilakukan perlahan dan tidak akan ekstrem. Rogoff mengatakan The Fed akan mulai memperlambat kenaikan suku bunga yang agresif demi menurunkan inflasi sambil menjaga stabilitas ekonomi tak terjerumus ke resesi.

Rogoff yang juga merupakan Profesor Ekonomi Universitas Harvard menilai sebetulnya ada yang salah dengan ekonomi negeri Paman Sam. Dia menilai selama ini terlalu banyak stimulus yang dikeluarkan untuk memulihkan ekonomi. Akhirnya stimulus bukan cuma menggerakkan perekonomian namun menimbulkan inflasi.

"Saya tidak berpikir ini harus terjadi. Kita bagaikan menginjak pedal gas terlalu lama dan terlalu banyak stimulus. Stimulus itu terus berlanjut terlalu lama," kata Rogoff.

Rogoff juga menunjukkan guncangan pasokan dan perang di Ukraina yang menambah krisis inflasi yang menurutnya merupakan tantangan yang lebih besar daripada yang diperkirakan The Fed.

"Saya pikir secara pribadi mereka harus tenang dan membiarkan inflasi tetap tinggi beberapa tahun dan berjalan lambat daripada memicu resesi. Tidak ada jalan keluar yang mudah," sebut Rogoff.

Lihat juga video 'Joe Biden Abaikan Peringatan Buruk Elon Musk Soal Ekonomi AS':

[Gambas:Video 20detik]

(hal/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT