ADVERTISEMENT

Fokus Bisnis BNI Disorot Anggota DPR

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Selasa, 13 Sep 2022 21:10 WIB
BNI mencatat setidaknya ada Rp6,1 Triliun pipeline korporasi kegiatan usaha yang berwawasan lingkungan pada kuartal pertama 2022 yang telah disalurkan dan sedang menjalani proses perjanjian kredit.
Foto: Dok. BNI
Jakarta -

Fokus bisnis menjadi hal yang penting dalam persaingan usaha yang semakin tajam saat ini. Termasuk persaingan usaha pada industri perbankan. Hal ini pula yang menjadi perhatian serius beberapa pemangku kepentingan yang sangat peduli pada perkembangan berbagai perusahaan usai Pandemi COVID - 19 dan semakin menantangnya kondisi perekonomian dunia.

Kali ini, perhatian diarahkan oleh kalangan Komisi VI DPR RI terhadap fokus bisnis PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI. Pada waktu - waktu terakhir ini, BNI semakin fokus pada segmen korporasi Tier 1. Saking fokusnya pada segmen tersebut, bank BUMN berkode saham BBNI ini cenderung melupakan mandat utama yang diembannya, yaitu menjadi bank global Asal Indonesia.

Sorotan tersebut diungkapkan oleh Mufti Aimah Nurul Anam atau dikenal sebagai Mufti Anam, anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan.

"Kalau kami perhatikan, BNI tampaknya mulai kembali fokus pada segmen korporasi tier 1. Menurut saya hal tersebut melupakan mandat utamanya sebagai bank global asal Indonesia," ujarnya.

Dalam sebuah kunjungan kerja Komisi VI ke Amsterdam beberapa waktu sebelumnya, Mufti menilai BNI sendiri kurang yakin untuk mengoptimalkan cabang luar negeri.

"Ternyata bukan (Kantor) Cabang, cuma representative office yang fungsinya hanya market intelligent, tidak boleh buka tabungan, menawarkan produk perbankan, bahkan menerima komplain juga tidak boleh. Ini justru akan buang-buang anggaran operasional. Mohon dijelaskan roadmap - nya. Seperti apa cabang - cabang Luar Negeri yang lain seperti apa?" cecar Mufti.

Ungkapan Mufti itu dia sampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat antara Komisi VI DPR RI bersama Direksi bank - bank Himbara di Jakarta, Selasa (13 September 2022).

Atas temuannya tersebut, Mufti menambahkan bahwa sampai detik ini, Dia sebenarnya bertanya-tanya, spesialisasi BNI sebagai global bank. Terlebih, solusi perbankan yang ditawarkan sama. Bahkan kita perlu akui bank peer juga menawarkan layanan yang bahkan lebih kompetitif dari BNI.

Mufti menyarankan, BNI untuk menyelesaikan berbagai pekerjaan rumah yang justru lebih penting, seperti layanan Tabungan Online.

"Kami masih sering melihat komentar masyarakat khususnya di media sosial terkait pembukaan tabungan secara online di mobile banking. Pada akhirnya masih harus mendorong nasabah untuk datang berkunjung ke kantor cabang. Padahal kita tahu sebagai Himbara, BNI memiliki peran sebagai penyalur berbagai bantuan sosial. Ini kan sebuah hal yang miris sekali," pungkasnya.

(acd/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT