Ada Isu PHK Massal, Klaim Jaminan Kehilangan Pekerjaan Melonjak 105%

ADVERTISEMENT

Ada Isu PHK Massal, Klaim Jaminan Kehilangan Pekerjaan Melonjak 105%

Ilyas Fadilah - detikFinance
Selasa, 15 Nov 2022 14:22 WIB
PHK
Foto: PHK (Tim Infografis Fuad Hasim)
Jakarta -

Jumlah klaim program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) meningkat 105% pada Oktober 2022 dibandingkan dengan September 2022. Meningkatnya klaim JHT berbarengan dengan isu PHK massal yang menimpa buruh di sektor garmen dan tekstil.

Berdasarkan data BPJS Ketenagakerjaan, klaim JKP yang dibayarkan pada Oktober adalah Rp 2,1 miliar. Sedangkan di bulan September adalah 1,05 miliar. Artinya ada kenaikan pembayaran klaim JKP jadi Rp 1,11 miliar.

Adapun jumlah total klaim JKP yang dibayarkan per Oktober 2022 adalah 7,09 miliar. Secara total, total manfaat JKP yang sudah dibayarkan adalah Rp 25 miliar ke 6.872 penerima manfaat.

"Per poisi hari ini penerima jkp adalah 6 dari total manfaat JKP 25 miliar. Kalau dilihat, di bulan Oktober ini terjadi peningkatan dua kali lipat dari 1.056 ke 2.169," kata Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Anggoro Eko Cahyo dalam Rapat Dengar Pendapat bersama DPR RI. Selasa (15/11/2022).

Sementara itu, bidang yang paling banyak mengajukan JKP adalah industri barang konsumsi, termasuk rokok, tekstil dan pakaian dengan persentase mencapai 40%. Kemudian industri dasar dan kimia sebesar 23%, dan perdagangan dan jasa mencapai 21%.

Dari penerima JPK yang mencapai 6.872 orang, 3.000 diantaranya sudah bekerja kembali. Rinciannya, penerima upah sebanyak 430 orang, bukan penerima upah 2.566, dan pekerja migran 4 orang.

"Dari 3 ribu penerima JKP yang bekerja kembali, mereka yang kembali menjadi penerima upah, artinya penerima gaji adalah 430 orang. Mereka yang bukan penerima upah, artinya menjadi pekerja mandiri 2.500 orang," jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Anggoro turut membahas klaim Jaminan Hari Tua (JHT). Menurutnya 61% dari jumlah yang mengklaim JHT berada di posisi usia produktif. Kisarannya umurnya adalah 20-35 tahun.

"61% mereka (yang klaim JHT) ada di usia produktif 20 sampai 35 tahun," ungkapnya.

Lihat juga video 'Menyoal Keputusan Twitter dan Meta untuk PHK Karyawannya':

[Gambas:Video 20detik]



(dna/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT