Pakai Cara Ini, Bank Daerah Mulai Genjot Penerapan GCG

ADVERTISEMENT

Pakai Cara Ini, Bank Daerah Mulai Genjot Penerapan GCG

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Jumat, 18 Nov 2022 15:11 WIB
Bank DKI terus memperluas jaringannya ke berbagai wilayah dipinggiran Ibukota. Salah satunya dengan membuka kantor kas di Pasar Anyar Tangerang.
Foto: dok. Bank DKI
Jakarta -

Sekretaris Perusahaan Bank DKI Arie Rinaldi menegaskan pentingnya pengelolaan arsip menjadi salah satu upaya dalam penerapan Good Corporate Governance (GCG). Langkah itu diharapkan berdampak positif terhadap laju pertumbuhan bisnis di tengah kian longgarnya aktivitas masyarakat sejalan dengan terkendalinya pandemi covid-19.

"Dokumen penting dalam administrasi perbankan dari berbagai satuan kerja di Bank DKI, dijaga dengan standar keamanan yang mumpuni pada gudang arsip. Sehingga apabila dibutuhkan, dokumen tersebut masih dapat diakses dengan mudah," kata Arie, dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 17 November 2022.

Arie menambahkan Bank DKI terus berkomitmen melakukan penyelenggaraan sesuai kaidah kearsipan dari hulu ke hilir serta meningkatkan upaya alih media untuk arsip fisik agar mudah diakses. Bank DKI, tambahnya, juga secara berkala melakukan sosialisasi kepada satuan kerja di Bank DKI.

"Terutama kantor cabang melalui program BERSINAR, yakni Bersih, Indah, Nyaman, Aman, dan Rapi sebagai bentuk meningkatkan pentingnya kesadaran akan arsip," ucapnya.

Sementara itu, Direktur Utama Bank DKI Fidri Arnaldy menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi atas penghargaan yang diterima oleh Bank DKI. Penghargaan yang diterima terkait kinerja baik dalam pengelolaan arsip di lingkungan Provinsi DKI Jakarta.

Penghargaan tersebut diserahkan Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Marullah Mataliyang diterima oleh Direktur Utama Bank DKI Fidri Arnaldy. "Penghargaan ini menjadi apresiasi bagi Bank DKI dalam rangka pengelolaan arsip secara tertib, dan profesional sebagai wujud penerapan tata kelola perusahaan yang baik," ujar Fidri.

Adapun Bank DKI mencatat pertumbuhan laba bersih 28,83 persen (YoY), dari semula Rp564 miliar pada September 2021 menjadi sebesar Rp726 miliar pada September 2022. Selain itu, Bank DKI mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 26,82 persen (YoY), dari sebelumnya Rp36,9 triliun di September 2021 menjadi Rp46,7 triliun pada September 2022.

Pertumbuhan kredit tersebut diikuti dengan perbaikan kualitas aset yang ditandai dengan penurunan rasioNon-Performing Loan(NPL) gross. "Dari semula 2,93 persen pada September 2021, menjadi 1,81 persen pada September 2022 denganLoan at Risk(LAR) 13,68 persen yang sebelumnya 17,32 persen di periode sama tahun lalu," pungkas Arie.

(fdl/fdl)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT