PT Jaminan Pembiayaan Askrindo Syariah (Askrindo Syariah) membukukan laba bersih setelah pajak Rp 163,18 miliar sepanjang 2025. Angka ini tumbuh 19,29% dibandingkan 2024 sebesar Rp 136,80 miliar.
Plt Direktur Utama Askrindo Syariah, Aviantono Yudihariadi mengatakan pertumbuhan tersebut juga diikuti oleh meningkatnya aset perusahaan 9,80% dibandingkan tahun sebelumnya. Dengan begitu, total aset pada 2025 mencapai Rp 3,28 triliun dan menjadikan perusahaan dengan Aset Terbesar di Industri Penjaminan Syariah Indonesia.
"Pertumbuhan positif ini membuktikan keberhasilan strategi bisnis yang tepat, prudent underwriting dan penerapan tata kelola perusahaan yang baik," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (13/4/2026).
Lebih lanjut, ekuitas perusahaan juga naik 17,26%, dari Rp 996,56 miliar pada 2024 menjadi Rp 1,17 triliun pada 2025. Jumlah Pendapatan Kafalah juga menunjukkan tren positif, meningkat dari Rp 436,60 miliar pada 2024 menjadi Rp 538,93 miliar pada 2025.
Sementara itu, imbal Jasa Kafalah (IJK) Bruto tumbuh 1,63%, dari Rp 820,65 miliar pada 2024 menjadi Rp 834,07 miliar pada 2025. Pencapaian tersebut juga diiringi dengan pengelolaan risiko yang disiplin sebagaimana ditunjukkan oleh Gearing Ratio yang tetap terjaga secara sehat di angka 29,07 kali, angka tersebut masih berada di bawah batas maksimum regulasi.
"Capaian tersebut tidak hanya menjaga momentum pertumbuhan, tetapi juga memperkuat fundamental bisnis yang berdampak pada perbaikan berbagai rasio keuangan di level yang sehat," katanya.
Pihaknya terus memperkuat perannya dalam mendukung pengembangan ekonomi syariah nasional, khususnya melalui perluasan akses penjaminan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Komitmen tersebut tercermin dari penjaminan yang telah diberikan kepada 29,2 juta debitur, termasuk 4,63 juta debitur baru pada 2025, dengan total nilai kafalah sebesar Rp 47,21 triliun. Perusahaan berperan aktif dalam berbagai program pemerintah guna mendorong inklusi pembiayaan berbasis syariah.
Dalam upaya meningkatkan produktivitas dan kualitas layanan, Askrindo Syariah juga terus melakukan transformasi digital dengan implementasi sistem yang terintegrasi, dimulai dari mitra bisnis melalui host to host, penggunaan core system secara end-to-end process serta penguatan platform MAASya (Mobile Application Askrindo Syariah). Inisiatif ini memungkinkan proses penjaminan dilakukan secara lebih cepat, mudah, dan menjangkau berbagai wilayah di Indonesia.
Sebagai bagian dari penguatan kinerja dan kepercayaan publik, Askrindo Syariah juga memperoleh peringkat idA+ dengan prospek stabil dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Peringkat ini mencerminkan kuatnya dukungan dari induk usaha serta kondisi fundamental perusahaan yang solid.
(rea/ara)