×
Ad

OJK kejar Sisa Aset Milik Bos Asuransi Jiwa Prolife

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Kamis, 09 Jul 2026 13:09 WIB
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mengejar aset milik Henry Surya selaku tersangka dalam perkara tindak pidana perasuransian PT Asuransi Jiwa Prolife Indonesia atau yang dulu dikenal sebagai PT Asuransi Jiwa Indosurya Sukses (Indosurya).

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menjelaskan Asuransi Jiwa Prolife yang dimiliki dan dikendalikan oleh Henry telah mendapatkan perintah tertulis untuk mengganti rugi klaim pemegang polisnya yang gagal bayar dengan total nilai Rp 566,24 miliar.

Namun perintah ini tak kunjung dilakukan tersangka. Alhasil OJK bersama pihak terkait melakukan penyidikan dan menyita ratusan barang bukti serta aset perkara dengan total nilai Rp 113,97 miliar.

"Telah dilakukan penyitaan dan pengamanan 485 barang bukti dengan total aset yang berhasil disita dan diamankan mencapai Rp 113,97 miliar," terang Frederica dalam konferensi pers di Gedung OJK, Jakarta Pusat, Kamis (9/7/2026).

Dalam kesempatan yang sama Direktur Eksekutif Kelompok Penyidik SJK OJK, Daniel Bolly Hironimus T, mengatakan aset yang berhasil diamankan OJK dari Henry ini merupakan hasil penyidikan yang cukup panjang selama lebih dari setahun. Proses penyidikan ini berjalan cukup lama karena bos dari Asuransi Jiwa Prolife tersebut tidak kooperatif dengan terus memberikan informasi palsu.

"Jadi totalnya dari Henry Surya ini memakan uang asuransi itu sekitar Rp 500 miliar, kemudian Rp 300 miliar itu digunakan pribadi tersangka. Nah yang sisanya kita tanya yang bersangkutan berapa kali bohong. Tetapi kami sebagai penyidik tidak boleh menyerah," ujarnya

"Ini tidak gampang, ini kita bukan terima dari Henry Surya. Kita terima kita cari sendiri. Kita tanya orang, kita tanya nasabah. Informasi sekecil apapun kita kejar. Dapatlah di ruko, dapat rumah di Medan, dapat uang cash," sambung Bolly.

Lebih lanjut Bolly menegaskan pihaknya akan terus mengejar atas aset-aset lainnya milik Henry, terutama untuk aset senilai Rp 300 miliar yang katanya sudah habis untuk keperluan pribadi. Sebab ia menyakini jika seluruh aset-aset itu masih tersimpan.

"Dia tidak mengaku yang Rp 300 miliar. Kami yakin Rp 300 miliar itu dia masih simpan. Tetapi kita berhasil mendapatkan Rp 113 miliar. Nanti kita sidik yang lain sambil cari informasi lagi aset-asetnya si Henry ini," tegasnya.

Tonton juga video "20 Aset Tanah Eddy Tansil Dirampas untuk Negara"




(fdl/fdl)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork