Bank Indonesia Klaim Independensinya Diakui S&P

Bank Indonesia Klaim Independensinya Diakui S&P

Andi Hidayat - detikFinance
Rabu, 15 Jul 2026 16:18 WIB
Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti dalam acara Outlook Ekonomi DPR.
Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti/Foto: detikcom
Jakarta -

Bank Indonesia (BI) mengklaim independensinya diakui oleh lembaga pemeringkat global menyusul laporan S&P Global Ratings terkait peringkat utang dan outlook Indonesia. Sebelumnya, independensi BI menjadi salah satu aspek yang disorot oleh dua lembaga pemeringkat, yakni Moody's dan Fitch Ratings.

Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, menilai S&P Global Ratings masih mempercayai independensi lembaga moneter Indonesia. Pasalnya, BI masih bisa mengambil keputusan untuk menaikan tingkat suku bunga acuan (BI-Rate).

"Itu juga menjadi concern dua rating sebelumnya, tapi pada saat S&P masuk, dan mereka melihat bahwa independensi BI tidak ada masalah di sini. Karena ya sejauh ini, kalau dari alasan mereka ya, sejauh ini ternyata Bank Indonesia masih bisa tuh melakukan atau mengeluarkan kebijakan seperti menaikkan suku bunga," ungkap Destry dalam acara Investment Forum di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta Selatan, Rabu (15/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Destry mengatakan, independensi BI didukung oleh kebijakan otoritas fiskal yang berkelanjutan. Alhasil, otoritas moneter bisa mengambil kebijakan yang positif bagi ekonomi Indonesia.

ADVERTISEMENT

"pemerintah memberikan keleluasaan bahwa fiskal sudah prudent didukung dengan moneter prudent. Jadi, saya rasa ini menjadi suatu hal yang sangat positif untuk ekonomi Indonesia. Karena sekarang yang dibutuhkan oleh ekonomi kita dengan pencapaian secara makro kita sudah melihat pencapaian yang positif di first quarter dengan pertumbuhan 5,6%," jelasnya.

Destry menambahkan, sektor keuangan Indonesia hingga saat ini masih stabil. Namun menurutnya, seluruh otoritas terkait perlu meningkatkan kepercayaan investor.

"Nah dengan adanya hasil rating yang dikeluarkan oleh S&P dengan mempertahankan BBB plus, kemudian outlook-nya juga stable, saya rasa ini akan memberikan tambahan trust dan confidence. Bukan hanya pelaku pasar, tapi juga kami di sisi regulator, kemudian juga dari DPR, juga menjadi makin confidence menjalankan roda ekonomi kita ke depan," pungkasnya.



(ahi/ara)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads