×
Ad

Tabungan Simpeda BPD Tembus Rp 74,86 Triliun

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Minggu, 23 Agu 2026 12:45 WIB
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Tabungan Simpeda yang digunakan bersama oleh Bank Pembangunan Daerah (BPD) se-Indonesia mencatat saldo sekitar Rp 74,86 triliun per Juni 2026.

Ketua Umum Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) Agus H. Widodo mengatakan dana tersebut dihimpun dari masyarakat dan menjadi salah satu sumber dana bagi BPD untuk menyalurkan pembiayaan di daerah.

"Rp75 triliun bukan sekadar angka di neraca. Di belakangnya terdapat kepercayaan masyarakat. Dana tersebut dihimpun dari masyarakat, dikelola secara prudent oleh BPD, kemudian diintermediasikan kembali menjadi pembiayaan bagi masyarakat, UMKM dan dunia usaha untuk menggerakkan ekonomi daerah," ujar Agus pada Malam Puncak Penarikan Undian Nasional Tabungan Simpeda Periode XXXVII di Bengkulu.

Menurut Agus, pengembangan Simpeda ke depan tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan jumlah rekening dan saldo. BPD juga didorong memperluas penggunaan Simpeda untuk transaksi sehari-hari.

Nasabah membutuhkan layanan perbankan yang mudah, cepat, dan aman. Karena itu, BPD didorong meningkatkan layanan digital serta pemanfaatan Simpeda untuk pembayaran, transfer, belanja, transaksi merchant, dan layanan finansial lainnya.

"Simpeda ke depan tidak cukup hanya menjadi tempat menabung. Kami ingin Simpeda semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat-semakin modern, semakin digital dan semakin mudah digunakan, tanpa kehilangan kekuatan utamanya, yaitu kedekatan dengan masyarakat daerah," kata Agus.

Transformasi tersebut juga diarahkan untuk memperkuat Simpeda sebagai sumber dana ritel bagi BPD. Dana yang dihimpun kemudian dapat digunakan untuk mendukung fungsi intermediasi dan pembiayaan di daerah.

Simpeda merupakan produk tabungan bersama yang digunakan oleh 27 BPD di seluruh Indonesia. Menurut Asbanda, jaringan tersebut menjadi salah satu kekuatan Simpeda karena masing-masing BPD memiliki jaringan dan basis nasabah di daerahnya.

"Positioning yang ingin kita bangun sangat jelas: Simpeda berakar kuat di daerah, tetapi terhubung secara nasional. Kekuatan lokal 27 BPD jika semakin kita hubungkan akan menjadi kekuatan finansial nasional yang besar," ujar Agus.

Asbanda juga mendorong BPD memperkuat inovasi produk, layanan digital, ekosistem merchant dan pembayaran, serta kualitas layanan Simpeda.

Selain perkembangan dana tabungan, kegiatan Undian Nasional Tabungan Simpeda Periode XXXVII di Bengkulu turut melibatkan sekitar 30 ribu masyarakat. Aktivitas tersebut ikut menggerakkan sejumlah sektor ekonomi daerah, seperti perhotelan, kuliner, transportasi, perdagangan, dan UMKM.

Menurut Agus, aktivitas BPD di daerah diharapkan tetap memberikan dampak terhadap perekonomian setempat.

"BPD lahir dari daerah dan tumbuh bersama daerah. Karena itu, setiap aktivitas BPD sedapat mungkin harus menciptakan manfaat dan ikut menggerakkan ekonomi masyarakat di daerah," katanya.

Agus mengatakan undian Simpeda merupakan salah satu bentuk apresiasi kepada nasabah. Namun, hubungan BPD dengan nasabah tidak hanya bergantung pada program hadiah.

"Hadiah terbesar bagi nasabah bukan hanya undian. Hadiah terbesar yang harus diberikan BPD setiap hari adalah kepercayaan, keamanan, kemudahan dan pelayanan yang semakin baik," tegas Agus.

Ia berharap pengembangan Simpeda dapat terus mendukung peran BPD dalam menghimpun dana masyarakat dan menyalurkannya kembali melalui pembiayaan di daerah.

"Dana tumbuh dari masyarakat, dikelola oleh BPD, dan kembali kepada masyarakat untuk membangun daerah. Itulah kekuatan Simpeda. Dari daerah kita tumbuh bersama masyarakat, dan dengan kekuatan 27 BPD kita terhubung untuk membangun Indonesia," pungkas Agus.




(fdl/fdl)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork