Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 25 Sep 2018 06:58 WIB

Ada Asuransi Kesehatan, Kenapa Harus Punya Dana Darurat? (1)

Bareyn Mochaddin - Aidil Akbar Madjid & Partners - detikFinance
Foto: Rachman Haryanto Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Di artikel sebelumnya sudah dibahas alasan mengapa anda tetap butuh Dana Darurat meskipun anda sudah mempunyai asuransi. Hal lain yang tidak boleh anda abaikan juga adalah jumlah dana darurat yang anda butuhkan untuk melindungi diri anda dan keluarga.

Karena tidak ada artinya bila anda memiliki dana darurat bila ternyata tidak cukup untuk melindungi diri anda dan keluarga. Bagaimana coba, bila ternyata kebutuhan dana darurat anda adalah Rp 15 juta sedangkan anda tidak memiliki sampai dengan setengahnya?

Ini yang sering terjadi kepada banyak individu dan keluarga. Tidak banyak yang mengetahui berapa besar kebutuhan dana darurat yang ideal untuk dapat "melindungi" mereka. Padahal, dana darurat adalah jaring pengaman yang dapat digunakan untuk menyelamatkan mereka dari kesulitan dana dalam kondisi yang membuat merana.

Dengan ketiadaan dana darurat, banyak keluarga yang terpaksa mencairkan investasi milik mereka, padahal investasi itu akan mereka gunakan untuk dana pendidikan anak, dana liburan, atau dana haji/umroh nantinya. Karena ketiadaan dana darurat, terpaksa mimpi-mimpi harus mereka tunda. Tentu anda tidak mau seperti ini, ya?.

Berapa dana darurat yang harus anda persiapkan untuk melindungi diri anda dan keluarga?

Sebenarnya besaran dana darurat tergantung dari jumlah tanggungan anda. Tanggungan adalah orang yang menggantungkan hidup kepada anda dari sisi ekonomi. Sederhananya, kalau anda kehilangan pekerjaan dan penghasilan, mereka juga akan sengsara. Lha, kan mereka menggantungkan hidupnya kepada anda.

Nah, semakin banyak tanggungannya maka semakin besar dana darurat yang harus anda persiapkan untuk kemungkinan terburuk yang akan terjadi di masa depan kepada keluarga. Dan sebaliknya, bila anda single, anda tidak punya tanggungan ya anda tidak perlu menyiapkan dana darurat yang cukup besar untuk melindungi diri anda, karena hanya diri anda sendiri yang perlu anda lindungi dari kemungkinan terburuk yang akan menimpa.

Jadi, besaran dana darurat tergantung dari jumlah tanggungan anda. Semakin banyak tanggungan semakin besar dana darurat yang dibutuhkan. Kalaupun tidak punya tanggungan, bukan berarti "dana darurat" tidak butuhkan. Karena penting bagi anda tetap memiliki dana darurat meski anda sudah memiliki asuransi kesehatan dari tempat anda bekerja atau kartu sakti BPJS kesehatan sudah ada di dalam genggaman anda.

Kalau tidak percaya betapa pentingnya dana darurat atau dana tunai coba datang ke UGD yang sedang ramai dan minta dirawat, anda bawa uang tunai dan kartu asuransi kira-kira mana yang akan dilayani terlebih dahulu? Kemungkinan besar uang tunai. Itu sebabnya kenapa dana darurat tetap dibutuhkan meskipun anda sudah punya asuransi.


Bila butuh info lebih detil tentang bagaimana cara mempersiapkan asuransi, dana darurat dan kemana penempatan dana darurat yang tepat, anda bisa ikutan workshop yang dilaksanakan oleh tim IARFC Indonesia atau tim AAM & Associates.

Di Jakarta dibuka workshop sehari tentang bagaimana cara Mengelola Gaji dan Mengatur Uang bulanan dan Belajar dan Teknik Menjadi Kaya Raya dan juga workshop sehari tentang Reksa Dana.

Karena banyak permintaan setelah sukses kelas pertama dua bulan lalu maka bulan Oktober akan diadakan lagi kelas Kiat Sukses Berbisnis Properti Sewaan. Selain itu akan dibuka kelas perdana yang seru dan kontroversial dan pertama di Indonesia, namanya Divorce Planning alias Perceraian.

Untuk ilmu yang lebih lengkap lagi, anda bisa belajar tentang perencanaan keuangan komplit, bahkan bisa jadi konsultannya dengan sertifikat Internasional bisa ikutan workshop Basic Financial Planning dan workshop Intermediate dan Advance Financial Planning di Pertengahan Info lainnya bisa dilihat di www.IARFCIndonesia.com (jangan lupa tanyakan DISKON paket).

Anda bisa diskusi tanya jawab dengan cara bergabung di akun telegram group kami "Seputar Keuangan" atau klik di sini.


Disclaimer: artikel ini merupakan kiriman dari mitra yang bekerja sama dengan detikcom. Redaksi detikcom tidak bertanggung jawab atas isi artikel yang dikirim oleh mitra. Tanggung jawab sepenuhnya ada di penulis artikel.

(ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed