Follow detikFinance
Kamis, 01 Nov 2018 06:59 WIB

Upah Naik 25% Juga Nggak Bakalan Cukup (2)

Bareyn Mochaddin - Aidil Akbar Madjid & Partners - detikFinance
Foto: Rachman Haryanto Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Masih membahas bahwa berapapun kenaikan UMP anda nanti maka tidak akan cukup juga, meskipun misalnya tempat bekerja anda menaikkan sampai 25% sekalipun.

Bisa jadi, kenaikan harga atas kebutuhan yang menjadi hal esensial dalam kehidupan sehari-hari naiknya bahkan tidak sampai 8%. Tapi karena adanya kebiasaan-kebiasaan yang tadi disebutkan menjadikan pengeluaran meningkat sampai dengan 20% dalam satu bulan.

Bila gaji anda setara UMP saat ini yaitu Rp 3,6juta setahun, lalu dengan adanya kenaikan gaji 8% tahun depan, maka gaji yang akan anda dapatkan per bulannya menjadi hampir Rp 3,9juta. Ada kenaikan sebesar Rp 300ribu-an. Kecil? Tentu tidak.

Namun menjadi "kecil" ketika anda memanfaatkan kenaikan gaji yang anda dapatkan dengan cara yang kurang bijaksana. Misalnya, biasanya anda minum "kopi starling" (sepeda keliling), lalu anda mengubah kebiasaan anda menjadi ngopi di cafe.

Kopi starling harganya tidak sampai Rp 5 ribu, lalu karena adanya kenaikan gaji anda mengubah kebiasaan menjadi ngopi di cafe yang harganya bisa jadi sepuluh kali lipatnya. Lah gaji anda saja tidak naik sekian banyaknya, bagaimana bisa membiayainya?.

Oleh karenanya yang paling penting itu bukanlah berapa kenaikan gajinya, tetapi yang paling penting adalah kemampuan mengelola gaji dan menahan diri ketika adanya kenaikan gaji. Tanpa adanya kedua kemampuan itu, niscaya berapapun gajinya tidak akan cukup juga.

Malah mungkin, karena adanya kenaikan gaji ini anda terjebak kebiasaan baru anda karena adanya kenaikan gaji bulanan. Tapi karena anda tidak memiliki dana untuk membiayainya, kemudian anda malah terlilit utang. Utang kartu kredit misalnya, kan nggak asik ya?

Tidak sedikit orang yang kemudian mengeluh padahal gajinya sudah belasan bahkan puluhan juta. Dulu, ketika gajinya hanya Rp 5 juta dia bisa nabung dan cukup untuk membiayai keluarga, tapi sekarang gaji sudah Rp 15 juta malah habis di tengah bulan dan entah kemana. Apakah anda rasa hal yang sama?.

Sehingga, akan lebih baik bagi anda, bila ada kenaikan gaji maka yang naik bukanlah belanja yang sifatnya konsumsi, tapi belanja yang sifatnya investasi. Bila sebelumnya anda telah menganggarkan investasi sebanyak 10% dari penghasilan bulanan anda, dengan adanya kenaikan gaji maka tingkatkan menjadi 15% per bulannya.

Selain itu, bilapun anda ingin meningkatkan gaya hidup anda maka sebenarnya sah-sah saja. Tapi, anda juga harus tahu berapa kenaikan gaji yang anda dapatkan setiap bulannya. Jadi, naiknya gaya hidup tetap dapat dibiayai oleh kenaikan gaji anda.

Bila gaji anda naik 8% maka kenaikan gaya hidup anda jangan melebihi 8% tersebut. Bahkan mungkin, dalam beberapa kondisi kenaikan gaji anda tidak membuat anda bisa mengubah gaya hidup anda. Tapi itu bukanlah sebuah masalah bukan?.

Bukannya kemarin-kemarin saat gaji belum naik kehidupan tetap berjalan seperti biasanya kan?. Sebelum adanya kenaikan gaji, semua tetap terbayarkan bukan?. Sebelum adanya kenaikan gaji, bisa tetap liburan dan jalan-jalan bersama keluarga bukan?.

Itu sebabnya sangat penting bagi anda untuk belajar mengelola dana sehingga uang bulanan dan tahunan anda tidak ikut naik, ataupun kalau naik tetap masih terkendali sesuai dengan kenaikan inflasi.


Belajar hal seperti ini dimana sih? Anda bisa ikutan di workshop yang dilaksanakan oleh tim IARFC Indonesia atau tim AAM & Associates.

Di Jakarta dibuka workshop sehari tentang bagaimana cara Mengelola Gaji dan Mengatur Uang bulanan dan Belajar dan Teknik Menjadi Kaya Raya dan juga workshop sehari tentang Reksadana. Ada juga workshop khusus tentang Asuransi membahas Keuntungan dan Kerugian dari Unitlink yang sudah anda beli.

Karena banyak permintaan, dibuka lagi workshop Komunikasi yang memukau lawan bicara anda (menghipnotis), cocok untuk anda orang sales & marketing, untuk komunikasi ke pasangan, anak, boss, anak buah, ke siapapun, info.

Untuk ilmu yang lebih lengkap lagi, anda bisa belajar tentang perencanaan keuangan komplit, bahkan bisa jadi konsultannya dengan sertifikat Internasional bisa ikutan workshop Basic Financial Planning dan workshop Intermediate dan Advance Financial Planning di Pertengahan Info lainnya bisa dilihat di www.IARFCIndonesia.com (jangan lupa tanyakan DISKON paket)

Anda bisa diskusi tanya jawab dengan cara bergabung di akun telegram group kami "Seputar Keuangan" atau klik di sini.


Disclaimer: artikel ini merupakan kiriman dari mitra yang bekerja sama dengan detikcom. Redaksi detikcom tidak bertanggung jawab atas isi artikel yang dikirim oleh mitra. Tanggung jawab sepenuhnya ada di penulis artikel. (ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed