Follow detikFinance
Senin, 05 Nov 2018 06:56 WIB

Begini Cara Atur Keuangan Jelang Pensiun (1)

Meydian Ekarini - Aidil Akbar Madjid & Partners - detikFinance
Foto: Muhammad Ridho Foto: Muhammad Ridho
Jakarta - Semua karyawan pasti akan memasuki masa pensiun. Kesiapan seseorang ketika masuk masa pensiun sangat perlu disiapkan terutama dalam hal ekonomi dan finansial. Mengapa? Karena pada saat seseorang memasuki masa pensiun maka akan mengalami yang namanya penurunan income.

Sedangkan di sisi lain ada biaya-biaya kebutuhan hidup yang setiap tahunnya mengalami kenaikan, selain itu ada pengeluaran untuk biaya kesehatan karena semakin bertambahnya usia maka biaya kesehatan pun akan semakin naik juga. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut kita harus menyiapkan sejumlah dana yang mana dana tersebut sudah kita persiapkan jauh-jauh hari.

Menurut survei bahwa 9 dari 10 orang karyawan tidak siap mengalami pensiun, padahal pada tahun 2011 Lembaga Survei Nielsen mengatakan bahwa masyarakat Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki kebiasaan menabung untuk kawasan Asia Pasifik.

Sebanyak 68% masyarakat Indonesia diperkirakan mempunyai rencana menabung dari penghasilannya. Namun sayangnya penggunaan dari tabungan tersebut masih digunakan untuk keperluan konsumtif dan kebutuhan sehari-hari yang sifatnya jangka pendek.

Padahal kebutuhan jangka panjang perlu dipersiapkan sedini mungkin dan pensiun merupakan kebutuhan jangka panjang. Ketika pensiun seseorang akan mendapatkan pendapatan yang relatif kecil dibandingkan pada saat sedang bekerja. Dan sebagian besar masyarakat Indonesia tidak memiliki persiapan pensiun, mereka berpikir bahwa biaya di masa pensiun akan ditanggung oleh anak-anaknya.

Saat ini angka harapan hidup masyarakat Indonesia semakin panjang yaitu 67 tahun untuk pria dan 74 tahun untuk wanita. Kondisi inilah menjadi salah satu penyebab masyarakat Indonesia dipaksa untuk bekerja lagi pada saat usia tidak produktif karena tidak memiliki dana pensiun yang cukup.

Menumbuhkan rasa pentingnya menyiapkan dana pensiun sedini mungkin sangat diperlukan supaya masyarakat Indonesia tidak perlu takut mengalami masa pensiun dan tidak perlu menurunkan lifestyle-nya.

Di sini saya akan bercerita sedikit, saya mengenal sebuah keluarga sebut saja keluarga Tri. Bapak Tri adalah seorang karyawan sebuah perusahaan BUMN dan sang istri seorang pegawai negeri sipil. Mereka mempunyai 2 orang anak, anak pertama SMA sedangkan anak kedua masih SD.

Mereka tidak pernah memikirkan perencanaan pensiun karena menurut mereka pensiun dari perusahaan BUMN dan pensiun PNS lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan mereka pada saat mereka pensiun.

Alhasil pada saat bapak Tri dan Ibu Tri pensiun,mereka masih membiayai anak kedua mereka yang masuk perguruan tinggi. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari Bapak Tri masih harus bekerja di usia pensiunnya.

Kebanyakan orang bekerja di usia tua alias sudah pensiun adalah hanya untuk mengisi waktu luang saja. Tapi ketika anda bekerja untuk mencari penghasilan, maka anda akan kehilangan banyak kesempatan lainnya seperti bermain bersama cucu, berkumpul bersama anggota keluarga lainnya, dan lain sebagainya.

Itulah sebabnya kita harus mengerti dan mengetahui cara mempersiapkan Dana Pensiun yang baik dan benar. Banyak orang hanya bergantung pada dana pensiun pemberian dari kantor tempat bekerja atau bahkan BPJS saja. Padahal itu saja belum tentu cukup.


Lalu bagaimana caranya agar kita tahu dana pensiun yang kita miliki cukup atau tidak? Dengan cara belajar dari workshop Perencanaan Keuangan dan Investasi yang dilaksanakan oleh tim IARFC Indonesia atau tim AAM & Associates.

Di Jakarta dibuka workshop sehari tentang bagaimana cara Mengelola Gaji dan Mengatur Uang bulanan dan Belajar dan Teknik Menjadi Kaya Raya dan juga workshop sehari tentang Reksadana. Ada juga workshop khusus tentang Asuransi membahas Keuntungan dan Kerugian dari Unitlink yang sudah anda beli.

Karena banyak permintaan, dibuka lagi workshop Komunikasi yang memukau lawan bicara anda (menghipnotis), cocok untuk anda orang sales & marketing, untuk komunikasi ke pasangan, anak, boss, anak buah, ke siapapun, info.

Untuk ilmu yang lebih lengkap lagi, anda bisa belajar tentang perencanaan keuangan komplit, bahkan bisa jadi konsultannya dengan sertifikat Internasional bisa ikutan workshop Basic Financial Planning dan workshop Intermediate dan Advance Financial Planning di Pertengahan Info lainnya bisa dilihat di www.IARFCIndonesia.com (jangan lupa tanyakan DISKON paket)

Anda bisa diskusi tanya jawab dengan cara bergabung di akun telegram group kami "Seputar Keuangan" atau klik di sini.

Adapun beberapa cara untuk mengatur keuangan dan mempersiapkan keuangan menjelang pesiun adalah sebagai berikut:
- Periksa Dana Pensiun dari Perusahaan
- Periska Aset yang sudah dimiliki
- Investasilah secara cerdas

Seperti apa penjelasan detailnya? Akan kita bahas di artikel berikutnya.


Disclaimer: artikel ini merupakan kiriman dari mitra yang bekerja sama dengan detikcom. Redaksi detikcom tidak bertanggung jawab atas isi artikel yang dikirim oleh mitra. Tanggung jawab sepenuhnya ada di penulis artikel. (ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed