Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 25 Sep 2019 06:08 WIB

Fashionista dan Konsep Capsule Wardrobe (1)

Ghita Argasasmita Integrita - Aidil Akbar Madjid & Partners - detikFinance
Foto: Getty Images Foto: Getty Images
Jakarta - Pernahkah anda berada pada momen berdiri di depan lemari pakaian, dan menatap lama koleksi di dalamnya, tapi belum juga menemukan yang bisa dipakai? Entah karena merasa tidak ada yang bagus, tidak cocok dengan acara yang akan dihadiri, atau merasa koleksi pakaian tidak kekinian.

Untuk kesekian kali anda melihat lemari yang isinya pakaian yang tidak disukai, seringkali kita tidak tahu alasan mengapa kita membeli pakaian, tas, atau sepatu. Mungkin karena nafsu yang tidak terkontrol, akhirnya banyak yang tidak terpakai.

Sepertinya anda harus mulai memikirkan cara untuk menghentikan kebiasaan ini berbelanja yang tidak terkontrol, ketika terlalu banyak hal yang harus dipilih, dan bahkan terlalu banyak hal yang tidak disukai, tentu terlalu banyak hal juga yang anda korbankan atau buang sia-sia.

Apa saja yang menjadi sia-sia, hanya karena tumpukan barang dan pakaian? Hal pertama tentunya banyak uang terbuang, karena anda membelanjakan sesuatu yang tidak pernah benar-benar dibutuhkan dan malah akhirnya tidak terpakai.

Hal lainnya adalah, kecemasan yang berulang karena ketika memilih apa yang ingin dipakai hinggap rasa bingung sampai kecewa karena tidak mendapatkan apa yang diinginkan.

Sepertinya konsep capsule wardrobe akan cocok memecahkan masalah ini. Konsep yang baru terdengar dan sedang di banyak dibicarakan banyak perempuan. Apakah capsule wardrobe?

Mudahnya adalah meminimalkan sesuatu sesuai fungsinya, konsep ini diperkenalkan oleh Susi Faux, fashionista pemilik sebuah butik yang berasal dari London.

Lalu bagaimana sih caranya?

Anda harus memiliki beberapa item busana penting yang tidak akan terpengaruh oleh tren, yang memang berjalan cepat sekali. Dengan konsep capsule wardrobe, anda harus mengurangi jumlah pakaian yang anda inginkan.

Pastikan bahwa isi lemari anda tidak lebih dari total 40 item busana. Pisahkan, keluarkan yang tidak benar-benar anda suka, dan pikirkan pertahankan yang paling Anda suka. Ini berarti Anda akan punya kesempatan memiliki lebih banyak ruang di rumah dan lebih sedikit kecemasan tentang apa yang akan dikenakan.


Tahukah anda bahwa, memiliki terlalu banyak pakaian, akan memicu timbulnya stress. Nah hal ini juga membuat bersiap-siap, lebih mudah dan lebih cepat!

Konsep ini sebenarnya seperti kita memilah-milah keuangan dan pengeluaran kita. Bedanya kalau keuangan harus dicatat agar bisa dikontrol.

Anda bisa belajar mencatat dengan menggunakan aplikasi pencatatan Gratis, salah satunya yang kami rekomendasikan bisa diunduh di sini.

Selain itu anda juga bisa mengikuti kelas dan workshop, infonya bisa anda dapatkan dari aplikasi tersebut di atas atau anda bisa cek di sini.

Kembali kepada capsule wardrobe tadi, mau tahu bagaimana langkah-langkah untuk membuat capsule wardrobe? Ikuti tulisan sambungannya di artikel berikutnya ya.


Disclaimer: artikel ini merupakan kiriman dari mitra yang bekerja sama dengan detikcom. Redaksi detikcom tidak bertanggung jawab atas isi artikel yang dikirim oleh mitra. Tanggung jawab sepenuhnya ada di penulis artikel.

Simak Video "Tips Mengelola Keuangan Ala Astrid Tiar"
[Gambas:Video 20detik]
(ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com