Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 22 Nov 2019 07:00 WIB

Yuk Bikin Rencana Biaya Nikah Meski Masih Jomblo (2)

Stanley Christian – Aidil Akbar Madjid & Partners - detikFinance
Ilustrasi/Foto: dok. Instagram (roseleslie_got) Ilustrasi/Foto: dok. Instagram (roseleslie_got)
Jakarta - Di zaman modern seperti saat ini, masih saja ada yang beranggapan bahwa membicarakan masalah uang adalah masalah yang tabu. Padahal membicarakan uang sebelum menikah merupakan salah poin penting agar ada keterbukaan sedari awal.

Beberapa poin penting yang bisa dibicarakan sedari awal sebelum menikah antara lain mengenai besarnya penghasilan dan pengeluaran. Anda berdua harus tahu besarnya penghasilan plus pengeluaran wajib yang dihabiskan masing-masing setiap bulannya.

Dengan begitu, kita bisa lebih mudah menyusun rencana keuangan bersama. Termasuk besaran utang yang dimiliki.

Jelaskan rinciannya agar tidak menjadi masalah setelah menikah. Sebaiknya selesaikan urusan utang secara pribadi agar tidak memberatkan pasangan.

Selama pacaran tentu sudah terlihat karakter atau sifat dari pasangan dalam mengelola keuangannya. Apakah termasuk yang pelit, hemat atau boros. Anda juga dapat mengenali dari hobinya, apakah suka otomotif, olahraga, bahkan menonton konser, yang kita semua tahu bahwa untuk hal tersebut tentunya memerlukan biaya yang tidak sedikit.

Selanjutnya Anda dan pasangan dapat membahas mengenai perjanjian pranikah. Sudah jadi rahasia umum kalau pasangan yang bercerai seringkali berurusan tentang pembagian harta gono-gini.

Untuk menghindari hal ini terjadi, kita perlu membuat perjanjian pranikah. Bukan berarti kita berpikir akan bercerai, tapi pencegahan selalu lebih baik.

Ketika menikah, harta, warisan, dan utang yang dimiliki masing-masing individu akan dianggap sebagai milik bersama. Dengan adanya perjanjian pranikah, kita bisa menegaskan kalau harta dan utang bawaan masing-masing akan tetap menjadi milik individu. Perjanjian ini bisa diubah
sewaktu-waktu sesuai kesepakatan bersama.

Selain itu, kita juga bisa menambahkan poin tentang anak di dalam perjanjian pranikah, seperti siapa yang akan membiayai pendidikan atau siapa yang berhak mengasuh anak ketika terjadi perceraian. Kita juga bisa memasukkan poin larangan melakukan KDRT.

Nah, kebayang kan sampai sini pentingnya perjanjian pranikah. Bila sedari awal kita sudah membahas hal apa saja yang harus anda siapkan sebelum menikah, nah berikut beberapa hal yang sebaiknya Anda hindari sebelum menikah.

Antara lain melakukan pinjaman ke bank untuk biaya pernikahan. Ditambah saat ini sangat mudah mendapatkan pinjaman seperti KTA atau pinjaman online. Sebaiknya Anda hindari. Memang kita pasti sangat ingin melangsungkan pernikahan sesuai impian . Tapi jangan sampai keinginan itu membuat kita berani meminjam uang ke bank atau menggunakan kartu kredit.

Bunga yang harus kita bayar tidak sebanding dengan pesta selama beberapa jam. Bisa-bisa setelah bertahun-tahun menikah kita masih harus menanggung utang biaya resepsi.

Dan hal ini sudah banyak yang bercerita lho, bahwa ketika setelah menikah, ada pasangan yang harus menyicil biaya pernikahan selama bertahun-tahun. Semoga Anda tidak termasuk.

Selanjutnya mengenai menabung Bersama. Memang tujuan Anda akan hidup bersama dan akan membiayai pernikahan bersama, tapi bukan berarti Anda harus menabung dalam tabungan yang sama apalagi sampai membuka tabungan bersama.

Hal ini untuk menghindari masalah jika hubungan kita putus di tengah jalan. Lebih aman jika kita membuka rekening dengan nama masing-masing. Yang penting, kita berdua punya tujuan menabung yang sama, yaitu untuk menikah.



Buatlah perencanaan keuangan catatan keuangan dan perencanaan keuangan dari masing-masing calon pengantin dan diskusikan kira-kira seperti apa sih pengeluaran Anda setelah menikah nanti (kombinasi cash flow).

Untuk membuat perencanaan, perhitungan dan pencatatan Anda bisa melakukan perhitungan dan bersimulasi secara GRATIS dengan menggunakan aplikasi Gaya Hidup dan Keuangan bernama Moneesa. Aplikasi ini bisa diunduh GRATIS di sini.

Untuk bisa mencapai tujuan keuangan serta mimpi-mimpi Anda, maka Anda harus berinvestasi serta untuk memastikan mimpi anda tercapai anda juga harus berasuransi.

Untuk investasi bisa Anda lakukan melalui aplikasi Moneesa di atas, akan tetapi untuk asuransi biasanya banyak orang malas ketemu agen asuransi karena takut dikejar-kejar setelahnya.

Nah, Anda bisa cek premi asuransi dan membuat perbandingan dengan tenang dan nyaman melalui aplikasi Bregaswaras, bisa diunduh di sini.

Selain itu Anda juga bisa mengikuti kelas dan workshop, infonya bisa Anda dapatkan dari aplikasi tersebut di atas atau Anda bisa cek di sini.

Tidak ada yang melarang untuk mengadakan pesta pernikahan yang wow dengan biaya besar, toh itu semua Anda yang menjalani. Namun perlu kita ingat bersama bahwa selain menyiapkan dana pernikahan, Anda juga perlu memperhatikan beberapa kebutuhan setelah menikah, misal memiliki dana darurat keluarga, memiliki rumah, atau jangan-jangan anda sudah berencana untuk membeli rumah dengan cara KPR, berarti anda harus menyiapkan DP untuk KPR.

Bila belum ada rencana KPR berarti minimal tempat tinggal pasca menikah. Apakah di rumah orang tua atau mengontrak, belum lagi kendaran pribadi seperti mobil. Itulah beberapa hal yang bisa menjadi perhatian Anda ketika sudah menikah nanti.

So, bijaksanalah dalam menyiapkan pernikahan anda. Semoga semua dilancarkan prosesnya dan pernikahan Anda selalu bahagia hingga akhir hayat. Happy Planning.



Simak Video "Tol Layang Jakarta-Cikampek Bisa Dipakai Mulai 20 Desember 2019"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com