Kiat Bijak Finansial di Tengah Geger Corona

Angga Laraspati - detikFinance
Kamis, 26 Mar 2020 18:13 WIB
belanja
Foto: shutterstock
Jakarta -

WHO sudah menetapkan virus Corona sebagai pandemi di dunia, dan menyarankan agar setiap masyarakat melakukan social distancing. Dalam situasi seperti sekarang, menjaga keuangan agar tetap stabil menjadi hal yang harus dilakukan, karena kita tidak akan mengetahui sampai kapan pandemi ini.

Co-Founder and Vice-CEO Jouska Indonesia Farah Dini Novita mengatakan untuk menjadikan kita bijak secara finansial di tengah pandemi Corona ini yang pertama berbelanja seperti biasa, namun sewajarnya. Hal ini karena mengonsumsi sesuatu seperti membeli makanan atau pakaian dapat berdampak pada pergerakan ekonomi.

"Jadi konsumsi itu sewajarnya, sebutuhnya. Kita membutuhkan kebutuhan pokok karena itu yang paling utama kan? Jadi ya sudah penuhi dulu kebutuhan pokok. Apalagi sekarang sudah bisa belanja online jadi lebih mudah," ungkap Farah dalam telekonferensi pers di Youtube resmi Shopee, Kamis (26/3/2020).

Selanjutnya, fokus pada pengeluaran primer. Nah, yang menjadi permasalahan adalah sebagian orang jarang untuk melakukan pencatatan pengeluaran.

"Mungkin ini saatnya ya, mumpung work from home. Kita bisa mencatat segala bentuk pengeluaran. Jadi kita bisa mengetahui, selama ini pengeluaran kita seberapa bocor sih?" imbuh Farah.

Selain itu, pengeluaran yang tadinya selalu dikeluarkan berupa uang entertainment karena kondisi kali ini, pastinya tidak terpakai. Uang tersebut pun bisa dialokasikan untuk kebutuhan lainnya.

"Jadi uang yang biasa dipakai untuk nonton, nongkrong, dan lain sebagainya itu mungkin bisa dialihkan untuk menabung dana darurat, atau kita masih bisa berbelanja dengan membantu UMKM," tuturnya.

Lebih lanjut Farah mengungkapkan dalam menjaga sebuah cashflow yang paling terpenting adalah memiliki dana darurat. Sebenarnya walau tidak ada Corona atau tidak memiliki dana darurat adalah hal terpenting yang mesti dilakukan oleh masyarakat.

"Kalau orang ditanya pengennya apa? Pasti (jawaban dia) banyak pengen ini, pengen itu. Tapi mereka lupa untuk mengecek kesehatan keuangannya saat ini. Nggak taunya kita lupa untuk mempunyai suatu dana urgensi seperti saat ini," jelas Farah

Lebih lanjut, Farah mengatakan sebenarnya ada dua tipe seseorang tidak memiliki dana darurat yang pertama adalah ketidakmampuan mereka untuk menabung dana tersebut dan yang merasa sebaiknya dana tersebut diputar saja atau diinvestasikan.

"Nah dana darurat ini sering kali disepelekan, padahal kita tahu dana darurat adalah fondasi utama yang harus kita siapkan di keuangan. Jadi di samping cashflow dana darurat itu mesti ada dan disisihkan tiap bulan untuk menabung si dana darurat ini," tambah Farah.

Farah menegaskan jangan pernah mengedepankan investasi atau membeli saham terlebih dahulu, padahal dana darurat kita tidak mempunyainya. Karena saham atau investasi itu memiliki risiko yang tinggi karena naik turunnya.

"Sedangkan kalau kita punya dana darurat, ya kita butuhnya itu sekarang cash. Maka daripada itu, dana darurat sama sekali tidak boleh dilupakan. Jadi dana darurat itu harus dipertahankan, kalau bisa ditambah," tegas Farah.

Kita pun tetap bisa berbelanja dengan memanfaatkan promo-promo menarik yang ditawarkan oleh para E-Commerce untuk menjaga pengeluaran kita, salah satunya Shopee yang menawarkan berbagai promo menarik selama kampanye #BelanjadariRumah. Shopee memberikan berbagai tawaran ekstra gratis ongkir pada toko-toko bertanda khusus dan juga 100 ekstra voucher selama masa kampanye ini berjalan.



Simak Video "Begini Perilaku 'New Normal' Pengguna Shopee Imbas COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(mul/ega)