Follow detikFinance Follow Linkedin
Minggu, 26 Apr 2020 14:30 WIB

Mau Investasi di Kala Corona? Simak Dulu Tipsnya!

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Petugas menghitung uang pecahan kecil yang akan ditukarkan di layanan mobil kas keliling di Lapangan IRTI Monas, Jakarta Pusat, Kamis (2/7/2015). Sedikitnya ada 15 bank yang turut menyediakan penukaran uang tunai pecahan nominal Rp 2.000, Rp 5.000, Rp 10.000 dan Rp 20.000 sampai tanggal 15 juli mendatang untuk memenuhi kebutuhan transaksi masyarakat khususnya dengan uang pecahan kecil (UPK) dalam rangka menyambut lebaran Hari Raya Idul Fitri. (Foto: Rachman Haryanto/detikcom) Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Melakukan investasi bisa menjadi hal yang menguntungkan. Apabila punya uang lebih banyak, beberapa pihak menganjurkan untuk diinvestasikan agar bisa mendapat keuntungan berlipat.

Namun di tengah kondisi ketidakpastian yang tinggi karena virus Corona, bagaimana cara melakukan investasi yang aman dan menguntungkan?

Perencana Keuangan dari Advisors Alliance Group Indonesia Andy Nugroho memaparkan ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam melakukan investasi di tengah wabah. Hal paling pertama adalah harus menghitung seberapa siap kondisi keuangan untuk melakukan investasi.

"Kalau dalam kondisi begini investasi tergantung tiap orang kondisi keuangannya seperti apa, yang pertama harus diperhatikan adalah kondisinya siap atau tidak untuk investasi? Asumsinya dananya ada, nggak merusak cashflow bulanan," kata Andy kepada detikcom, Minggu (26/4/2020).

Andy juga menyarankan lebih baik kalau memang keuangan sedang seret, lebih baik diurungkan dahulu rencana investasi. Fokuskan uang untuk kebutuhan pokok dahulu.

"Kalau lagi kesusahan atau duit mepet lebih baik jangan, fokuskan saja uangnya untuk kebutuhan bulanan, dari makanan sampai cicilan," jelas Andy.

Apabila uangnya dirasa cukup, baru lah lakukan investasi. Andy menjelaskan ada baiknya investasi lebih banyak dilakukan untuk menyiapkan dana darurat. 30% di antaranya baru digunakan untuk instrumen atau portofolio investasi.

"Kedua orientasinya mending untuk dana darurat dulu, taruh lah kita punya dan cash itu 30% dulu investasi, sisanya dana jaga-jaga," ujar Andy.

Soal instrumen investasi yang dipilih, Andy mengatakan bahwa kalau mau investasi harus paham dulu profil, tata kerja, dan resiko instrumen investasi yang mau dipilih. Kalau memang mau memilih paling aman Andy mengatakan lebih baik didepositokan saja uangnya.

"Nah kita harus sangat tepat dalam pilih portofolionya. Setiap orang mesti tahu profil resikonya kayak apa, kalau profilnya nggak berani terlalu ambil resiko cari yang aman aja dulu, deposito aja," papar Andy.



Simak Video "Pasien Corona di Mamuju Kabur: Dijemput Petugas, Dilawan Keluarga!"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com