Tips Aman Investasi Saat Pandemi Corona

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Selasa, 16 Jun 2020 21:30 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Pandemi COVID-19 turut menekan perekonomian global, termasuk perekonomian Indonesia. Namun jika ada kesempatan kondisi pandemi ini diharapkan tidak menghalangi niat untuk berinvestasi.

CEO Eastspring Indonesia Alan T Darmawan mengungkapkan kondisi pandemi yang membuat perekonomian menurun ini bisa menjadi salah satu peluang untuk investor yang ingin menambah portofolio investasi.

Investor juga harus cermat memperhatikan kondisi perekonomian dan mencari instrumen yang berkinerja baik.

Ada beberapa hal yang harus dipahami investor yang ingin berinvestasi. Misalnya memahami profil risiko, melihat horison investasi dan pengalaman investasi.

"Untuk investor, melihat profil risiko adalah kewajiban, harus! Di tengah pandemi ini disarankan melihat kembali profil risiko apakah konservatif, moderat atau agresif," kata Alan dalam keterangannya, Selasa (16/6/2020).

Menurut dia, jika investor konservatif atau memilih investasi stabil dan berisiko rendah bisa masuk ke instrumen pasar uang atau money market.

Namun untuk investor yang moderat atau risiko investasi imbang dengan keuntungan dan kerugian besar sampai agresif bisa masuk ke saham, pendapatan tetap atau balance fund.

Risiko ini menjadi penting karena dengan memahami risiko yang baik, maka investor akan siap menghadapi kemungkinan terburuk.

Selanjutnya, calon investor juga harus menentukan jangka waktu investasi. Misalnya jika untuk jangka panjang, investor juga harus menentukan aset investasi yang akan dipilih.

Hal ini bisa membantu aksi apa yang akan dilakukan selanjutnya saat berinvestasi.

"Jika investor merasa pengalamannya cukup. Maka bisa dengan mudah mengenali instrumen investasi apa yang cocok. Bahkan investor juga tidak perlu bantuan manajer investasi lagi saat kembali ke pasar saham atau obligasi," jelasnya.

Chief Investment Officer Prudential Indonesia Novi Imelda menjelaskan risiko profil ini juga untuk mengetahui kesiapan para calon investor.

Jika di awal investor melakukan kesalahan, selanjutnya bisa mengambil langkah dengan belajar dari kesalahan dan berusaha tidak mengulanginya.

"Harus cari banyak informasi dulu, itu wajib. Jangan sampai ditawarin orang langsung mau aja. Lihat bagaimana risikonya dan fund managernya bagaimana reputasinya," jelas dia.

Dalam mengelola investasi nasabah, khususnya di tengah fase normal baru ini, Prudential Indonesia dan Eastspring Indonesia menerapkan prinsip kehati-hatian secara optimal dalam memilih saham dan hanya yang memiliki fundamental baik dan pendanaan yang kuat.

Terkait dana investasi saham, perusahaan fokus berinvestasi di berbagai sektor yang cenderung tangguh ketika pertumbuhan ekonomi melambat dan sejalan dengan pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang seperti konsumsi, kesehatan, dan komunikasi yang diharapkan dapat mengurangi volatilitas. Sedangkan untuk dana investasi obligasi, kami berkonsentrasi pada obligasi pemerintah yang dianggap lebih

likuid. Dengan strategi seperti ini, kami berharap dapat meminimalisir risiko dan pada saat yang bersamaan tetap efektif dalam meningkatkan kinerja ketika pasar pulih.

"Perusahaan juga senantiasa menyuguhkan portofolio dana investasi yang beragam, di antaranya PRUlink Rupiah Equity Fund, PRUlink Managed Fund, PRULink Fixed Income dan PRUlink Cash Fund, yang sejak diluncurkan telah mencatatkan hasil positif. Untuk itu, kami meminta Nasabah untuk memastikan Polis mereka aktif sehingga senantiasa mendapatkan perlindungan, serta tetap berinvestasi sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan masing-masing," tambah Novi.



Simak Video "Kasus Aktif Covid-19 Indonesia di Bawah Rata-rata Dunia"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/dna)