Apa Itu Diet Keuangan dan Bagaimana Caranya? (Part 1)

Steven Ransingin - Aidil Akbar Madjid & Partners - detikFinance
Kamis, 27 Agu 2020 06:45 WIB
Ilustrasi THR
Ilustrasi/Foto: Muhammad Ridho
Jakarta -

Diet keuangan, mungkin istilah ini masih begitu asing atau mungkin menimbulkan kesan lucu bagi sebagian orang. Namun pada dasarnya diet keuangan itu sendiri memiliki arti dan tujuan yang sama seperti diet makan pada umumnya.

Tujuan diet makan adalah membentuk tubuh yang ideal yaitu berat yang sesuai dengan tinggi tubuh yang kita miliki sesuai dengan anjuran kesehatan oleh dokter lalu untuk menjaga kesehatan agar terhindar dari segala jenis macam penyakit yang aneh-aneh seperti kanker, diabetes, dan lain-lain.

Sebelum lebih jauh kita samakan persepsi dulu ya, diet makan adalah mengatur pola makan kita dari yang berlebihan menjadi secukupnya, mengurangi asupan kalori yang berlebihan yang masuk ke dalam tubuh, bukan tidak makan atau makan seminim mungkin. Kita boleh makan banyak selama kalori yang masuk tidak melebihi target kalori harian kita.

Sama seperti diet keuangan yaitu tidak boleh memiliki gaya hidup sama sekali, tidak boleh membeli atau mengonsumsi barang mewah. Kalau seperti itu sih salah besar. Tujuan diet keuangan adalah mendapatkan keuangan yang sehat. Keuangan yang sehat itu sendiri meliputi pengeluaran tidak lebih besar dari pendapatan, punya dana darurat, punya proteksi, punya investasi, punya tujuan keuangan dan sebagainya.

Jadi pada dasarnya kita boleh-boleh saja mengonsumsi barang mewah asalkan sudah memiliki keuangan yang sehat, selama masih batas wajar.

Tentu boleh dong kita menikmati hasil kerja/hasil jerih payah kita. Nah sekarang setelah kita menyamakan persepsi mengenai diet keuangan maka apa saja langkah-langkahnya atau poin-poinnya untuk menjalankan diet keuangan? Mari kita lihat cara-caranya:

1. Fokus Mengontrol

Hal paling dasar untuk memuluskan langkah kita dalam berhasil dalam diet keuangan adalah memfokuskan diri untuk mengontrol apa yang ada di dalam jangkauan kita. Ada banyak hal di dunia ini yang berada di luar kontrol kita dan kita terlalu memfokuskan pikiran kita pada hal-hal tersebut tentu efeknya justru membuat kita pusing sendiri.

Apa saja hal-hal yang berada di luar kontrol kita? Cuaca, masa lalu, pikiran atau perkataan orang lain. Hal-hal tersebut berada di luar kendali kita. So untuk apa kita pusingkan, kita tidak bisa mengubah hal-hal tersebut dalam sekejap pandang. Kalau sudah seperti itu hanya akan membuang-buang energi kita.

Berlanjut ke halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Tips Hadapi Permintaan Harga Teman"
[Gambas:Video 20detik]