4 Anggapan yang Keliru Tentang Perencanaan Keuangan

Bareyn Mochaddin-Aidil Akbar Madjid & Partners - detikFinance
Kamis, 10 Sep 2020 06:15 WIB
Ilustrasi Uang Rupiah
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Banyak dari Anda yang sudah mulai tertarik dengan ilmu perencanaan keuangan. Tapi, karena beberapa sebab, Anda masih takut untuk mengenalnya lebih jauh untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Ketakutan adalah hal yang wajar, mungkin karena Anda juga masih belum tahu apa itu Ilmu perencanaan keuangan secara utuh yang membuat Anda memiliki banyak anggapan. Padahal, bisa jadi anggapan yang Anda miliki bukanlah anggapan tepat.

Banyak anggapan tentang perencanaan keuangan yang sebenarnya anggapan tersebut bukanlah sebuah anggapan yang tepat, di antaranya:

1. Perencanaan Keuangan Hanya Dibutuhkan oleh Orang Kaya

Anggapan yang cukup populer tentang perencanaan keuangan dan mungkin Anda juga pernah mendengar tentang anggapan ini.

"Uangnya aja nggak ada, apanya yang mau direncanakan?".

Sayangnya, anggapan ini bukanlah sebuah anggapan yang tepat tentang perencanaan
keuangan. Begitupun jika Anda menganggap bahwa yang membutuhkan perencanaan keuangan adalah orang-orang yang memiliki penghasilan yang besar.

Ilmu perencanaan keuangan dibutuhkan oleh siapapun yang ingin kondisi keuangannya menjadi lebih baik dari kondisi keuangannya saat ini dan ingin mencapai mimpi-mimpinya di masa depan.

Sehingga, tidak peduli berapa banyak asetnya atau berapa besar penghasilannya, semua butuh perencanaan keuangan. Jika Anda ingin kondisi keuangan menjadi lebih baik dan bisa mencapai mimpi-mimpi Anda di masa depan, maka Anda butuh perencanaan keuangan.

2. Bikin Anda Jadi Orang Pelit

Anggapan ini menjadi momok bagi orang-orang yang ingin mulai menerapkan perencanaan keuangan dalam hidupnya. Banyak orang, mungkin termasuk Anda takut kalau dengan perencanaan keuangan Anda menjadi orang yang pelit.

Takut kalau nanti sudah tidak bisa lagi menikmati hidup, takut halau sudah tidak bisa lagi jalan-jalan, ngafe, nongkrong, nonton ke bioskop di akhir pekan. Padahal, semua ketakutan tersebut adalah ketakutan yang semu.

Dengan menerapkan ilmu perencanaan keuangan yang baik, benar, dan tepat, justru Anda bisa mengelola keuangan dengan baik pada saat ini untuk memenuhi kebutuhan dan di sisi lain Anda tetap bisa jalan-jalan.

Ilmu perencanaan keuangan memungkinkan Anda membuat alokasi keuangan untuk mendapatkan gaya hidup seimbang. Artinya, Anda tetap bisa menikmati hidup di saat ini dan tidak lupa dengan investasi untuk mencapai mimpi Anda di masa depan.

Oh iya, Anda juga bisa melakukannya sendiri lho, dengan bermodalkan aplikasi yang baik dan benar yang bisa membantu anda melakukan self financial planning atau perencanaan keuangan dan alokasi keuangan sendiri. Aplikasi yang kami rekomendasikan adalah Moneesa.

Mengapa? Karena yang ditawarkan dalam apps ini sangat lengkap, dan kamu bahkan bisa berkonsultasi dengan perencana keuangan secara gratis untuk saat ini. (berapa mahal tuh kalau harus bayar kan).

Aplikasi Moneesa, bisa diunduh di sini. Selain mencatat, ada juga aplikasi menghitung kebutuhan asuransi gratis bisa diunduh di sini.

Sementara bagi yang berminat belajar merencanakan keuangan secara simple dan singkat bisa mengikuti kelas Certified Personal Money Manager (CPMM), info di sini. Dan bila ingin belajar tentang asuransi (banyak yang salah beli lho) info bisa dilihat di sini. Ada juga kelas Syariah Financial Planning yang bisa diikuti masyarakat umum, info ada di sini.

OK, dua anggapan sudah kita bahas di artikel ini, dua lagi akan kita bahas di artikel berikutnya. Bocoran sedikit, yang nomor 3 sering kali dilakukan oleh banyak orang yang berakibat kesalahan dalam merencanakan keuangan. Apakah itu? Tunggu di artikel berikutnya.



Simak Video "Tips Hadapi Permintaan Harga Teman"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)