Ini Pilihan Investasi Jelang Resesi, Mana yang Paling Aman?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Sabtu, 26 Sep 2020 13:48 WIB
Ilustrasi THR
Ilustrasi/Foto: Muhammad Ridho

Berikut instrumennya:

Emas

Untuk investasi emas dapat diandalkan menjadi dana darurat. Namun yang harus diperhatikan, jika ingin mendapatkan keuntungan saat investasi emas memang membutuhkan waktu yang panjang.

"Butuh waktu panjang, tapi kalau mau dijual cepat juga bisa diandalkan. Hanya saja untuk untung yang cepat kurang bagus," jelas dia.

Memang emas adalah logam yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Selain itu emas juga bisa tahan terhadap korosi. Emas juga adalah logam yang tidak reaktif sehingga tidak mudah teroksidasi.

Emas juga salah satu instrumen investasi yang nilai investasinya terbilang stabil, meskipun beberapa waktu terakhir harganya sempat naik turun bak roller coaster.

Reksa Dana

Selain emas, reksa dana bisa jadi salah satu instrumen untuk investasi yang menguntungkan. Reksa dana ini adalah kumpulan dana yang dikelola untuk investasi seperti pembelian saham, obligasi, dan instrumen keuangan.

Reksa dana ini cocok untuk pemodal kecil dan pemodal yang tidak punya banyak waktu atau keahlian menghitung risiko investasi mereka. Biasanya reksa dana ini diinvestasikan dalam portofolio efek oleh manajer investasi atau pihak yang dipercaya untuk mengelola dana.

Ada yang harus diperhatikan saat investasi di reksa dana. Misalnya risiko berkurangnya nilai unit penyertaannya, lalu ada risiko likuiditas, dan risiko wanprestasi.

Namun keuntungannya adalah, investasi di reksa dana tidak membutuhkan dana yang besar sehingga risiko bisa diperkecil. Kemudian reksa dana mempermudah pemodal investasi di pasar modal. Selain itu juga bisa efisien waktu karena manajer investasi yang mengelola.

Kemudian untuk saham dan reksa dana juga bisa menjadi pilihan. Misalnya beberapa waktu lalu harga saham sempat mengalami penurunan yang signifikan dan harga beli menjadi murah.

Saham

Saham saat ini adalah jadi produk investasi yang populer di pasar modal. Saham juga jadi produk yang punya titik keuntungan yang tinggi, namun risikonya juga tinggi.

Jika anda memilih investasi di saham ada beberapa hal yang harus diperhatikan misalnya ikut serta dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) dan memiliki hak untuk mendapatkan dividen dari saham yang dimiliki. Pemegang saham juga bisa mendapatkan keuntungan dari waktu ke waktu jika saham terus naik.

Tapi ada beberapa risiko yang harus diperhatikan misalnya jika kinerja perusahaan buruk maka perusahaan berpotensi tidak membayarkan dividen. Nah kerugian ini akan mengganggu modal perusahaan.

Selain itu ada juga potensi kerugian saat jual dan beli saham. Selanjutnya jika perusahaan bangkrut dan menerima hasil pembagian likuidasi terakhir kali.

Halaman

(kil/ara)