Catat Guys! Tips Biar Nggak Boncos Libur Panjang Akhir Bulan Ini

Vadhia Lidyana - detikFinance
Selasa, 20 Okt 2020 17:52 WIB
Ilustrasi Uang Rupiah
Ilustrasi/Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Tanggal 28 dan 30 Oktober 2020 sudah ditetapkan sebagai cuti bersama untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada 29 Oktober 2020. Dengan itu, mulai Rabu, 28 Oktober sampai Minggu, 1 November akan ada libur panjang sampai 5 hari.

Tanggal itu juga bertepatan dengan periode cairnya gaji bulanan. Sehingga, tanggal-tanggal itu bisa dimanfaatkan untuk berlibur, baik bersama teman atau keluarga.

Perencana Keuangan dari Finansia Consulting Eko Endarto mengatakan, untuk berlibur di akhir bulan nanti, sebaiknya detikers menyiapkan anggaran.

"Yang pertama harus tahu dulu ke mana liburannya. Sehingga diketahui berapa biayanya. Karena kan biaya itu bisa dicari dari historical orang sebelumnya, atau cari-cari di internet, berita, sebagainya, sehingga tahu berapa biayanya," kata Eko kepada detikcom, Selasa (20/10/2020).

Setelah itu, detikers disarankan menyisihkan 50% dari total pengeluaran rata-rata per bulan. Dana yang disisihkan itu kemudian disimpan untuk kebutuhan sehari-hari selama satu bulan ke depan.

"Kenapa? Itu dibutuhkan nanti ketika mereka pulang liburan, masih ada dana 50% untuk kehidupan mereka supaya nggak habis. Jadi dipotong dulu di awal 50%. Misalnya kalau per bulannya Rp 10 juta, Rp 5 juta simpan dulu. Itu nanti untuk kehidupan mereka, setelah mereka pulang," jelas Eko.

Selain itu, detikers juga disarankan menyisihkan dana pasti yang akan dikeluarkan selama liburan.

"Misalnya transportasi, akomodasi, konsumsi itu harus diawal dulu dipotongnya, karena itu pasti harus keluar. Nah pas sudah, baru bisa liburan dengan nyaman. Karena kan oleh-oleh, wisata, itu kan fleksibel, sesuai dengan keinginan kita mau seperti apa liburannya," imbuh Eko.

Dihubungi terpisah, Perencana Keuangan dari Advisors Alliance Group Andy Nugroho mengatakan, dana yang sudah disisihkan untuk keperluan sebulan ke depan, di luar dana liburan harus disimpan di rekening berbeda. Sehingga, ketika berlibur dana itu tak akan tersentuh.

"Ada kemungkinan nggak anggaran liburan jebol? Ada. Lalu apa yang harus dilakukan biar ketika pulang liburan kita nggak kehabisan uang? Nah mulai dianggarkan untuk tagihan listrik, cicilan, biaya sekolah anak, biaya makan, itu diamankan dulu, dan disimpan ke rekening yang berbeda dengan yang dipakai ketika liburan," papar Andy kepada detikcom.

Bagi detikers yang punya dana darurat, Andy menyarankan agar tak dipakai untuk berlibur.

"Dana darurat disiapkan untuk hal-hal darurat. Misalnya selama ini sudah disiapkan tapi tidak terjadi apa-apa. Ya namanya dana darurat digunakan untuk kondisi darurat yang tidak kita ketahui kapan terjadi. Bisa jadi ketika mau digunakan untuk hal lain, malah terjadi kondisi darurat itu. Maka saya sangat tidak menyarankan menggunakan dana darurat untuk liburan," tegas Andy.

Namun, jika dana darurat itu tetap akan digunakan, ia menyarankan agar detikers punya alternatif lain untuk memenuhi dana yang dibutuhkan ketika menghadapi keadaan darurat nantinya.

"Misalnya dana darurat mau digunakan setengah, ya boleh saja. Tapi harus menghadapi konsekuensinya. Jadi kita harus sudah bisa memprediksi bagaimana menanggulangi kondisi darurat itu dengan dana lain," kata Andy.

(eds/eds)