Libur Panjang, Sisihkan Dana Segini Biar Kantong Nggak Jebol

Vadhia Lidyana - detikFinance
Selasa, 20 Okt 2020 18:21 WIB
ilustrasi investasi
Ilustrasi/Foto: iStock
Jakarta -

Libur panjang telah tiba! Tanggal 28 Oktober sampai 1 November mendatang adalah long weekend dengan total 5 hari libur.

Tanggal 28 dan 30 Oktober sudah ditetapkan pemerintah sebagai cuti bersama peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada 29 Oktober 2020, serta 31 Oktober dan 1 November 2020 adalah hari Sabtu dan Minggu.

Tentunya, banyak yang sudah bersiap-siap untuk tamasya. Apalagi, tanggal itu bertepatan dengan periode cairnya gaji bulanan. Namun, ternyata ada banyak hal lain yang bisa dilakukan untuk menghabiskan long weekend itu.

"Liburan (tamasya) itu harus diatur, setahun sekali, atau cuti besar. Kalau Harpitnas (hari kejepit nasional) sebaiknya digunakan bagi Anda yang belum sempat beres-beres, ya beres-beres. Atau menciptakan berbagai karya atau kejar membaca buku untuk meningkatkan soft skill," kata Perencana Keuangan dari Mitra Rencana Edukasi (MRE) Mike Rini kepada detikcom, Selasa (20/10/2020).

Ia menegaskan, libur panjang terutama ketika Harpitnas tak berarti harus bertamasya konsumtif.

"Kita itu sebenarnya kalau liburan tidak harus konsumtif. Kegiatan yang menghibur tidak juga harus selalu mengeluarkan uang. Kalau pun mengeluarkan uang tidak harus besar. Tidak ada ketentuan bahwa libur itu layaknya diisi oleh hal-hal yang konsumtif," tegas Mike.

Menurutnya, jika setiap ada Harpitnas dimanfaatkan untuk bertamasya, maka setelah itu kantong malah berpotensi besar mengalami defisit keuangan tiap bulan.

"Jadi kalau kerjaannya semangat lihatin tanggal merah, lalu sudah mulai rencana-rencana kreatif seperti belanja apa, liburan di mana, nongkrong dimana sama teman-teman, itu mah sudah alamat defisit itu. Itu harus keluar dari situ kalau saya," ujar dia.

Selanjutnya
Halaman
1 2