Apakah Anda Pengusaha Start-Up dan Mengalami Cash Deficit Syndrome? (2)

Aidil Akbar Madjid – Aidil Akbar Madjid & Partners - detikFinance
Sabtu, 09 Jan 2021 22:13 WIB
ilustrasi investasi
Foto: shutterstock
Jakarta -

Menyambung dari artikel sebelumnya tentang betapa pentingnya seorang pemilik usaha (di level manapun) untuk mengetahui apa itu laporan keuangan, nah sekarang kita bahas sedikit tentang laporan keuangan.

Apa sih laporan keuangan? Laporan keuangan adalah terjemahan dari aktivitas-aktivitas dan transaksi keuangan menjadi ke dalam angka. Banyak aktivitas yang dilakukan dan dicatatkan, misalnya aktivitasnya menerima uang dari Customer. Nah, aktivitasnya adalah transaksi yang berupa angka. Transaksi-transaksi tersebut kemudian dijadikan satu untuk kemudian diterbitkan dalam bentuk sebuah laporan.

Transaksi ini sendiri dimaksudkan adalah seluruh jenis transaksi yang melibatkan uang, baik transaksi pembelian maupun penjualan dan kredit, dicatatkan pada laporan keuangan dalam periode tertentu. Periodenya sendiri bisa dibuat setiap bulan atau setiap satu tahun sekali. Adapun tujuan penerbitan laporan keuangan adalah untuk kepentingan pihak ketiga, misalnya alat pengajuan pinjaman kredit, baik ke Bank maupun ke Investor sebagai pembahasan evaluasi kinerja perusahaan dan untuk perkembangan usaha ke depan.

Begitu anda baca laporan keuangan, anda seperti menonton sebuah film. Laporan keuangan anda adalah film perjalanan bisnis anda sesuai dengan periode misalnya setiap bulan atau setiap satu tahun. Namun kebanyakan dari Business Owner tidak tahu bagaimana cara menontonnya, tidak mengerti bagaimana cara membaca dan menikmati laporan keuangan.

Kalau anda tidak bisa menikmati laporan keuangan, anda akan cenderung mengabaikan, tidak mau membaca, bahkan tidak mau mencoba memahami. Sehingga, ketika ada masalah dengan cashflow seolah-olah dibuat menjadi permasalahan yang terjadi mendadak. Sedangkan masalah yang terjadi pada cashflow sering kali terjadi karena kumpulan aktivitas transaksi yang bermasalah sebelumnya yang tidak ditangani segera.

Karena hal-hal ini sering terjadi dan kondisinya cukup serius, cash deficit syndroms menjadi penyakit bulanan, misalnya: dikit-dikit kurang duit, mau bayar supplier ga ada duit, mau bayar gaji ga ada duit, mau investasi ga ada duit, mau bayar bunga bank ga ada duit. Hal-hal itulah yang kemudian berpotensi menjadi masalah besar.

Nah, sekarang yang perlu diperhatikan baik-baik apakah anda mengalami cash deficit syndroms? Karena cash deficit syndroms sangat serius dalam dunia bisnis, maka penting sekali untuk diperhatikan pergerakan cash tersebut terutama bagi teman-teman yang mau mengatasi cash deficit syndroms, dan sering mengalami kekurangan cash serta kekurangan uang.

Selain itu, pentingnya bagi para Pengusaha untuk dapat mengetahui cara berpikir Investor, dan bagaimana keduanya pun dapat mengerti cara membaca laporan cashflow bisnis anda, terutama pada rasio likuiditas bisnis anda? Karena cashflow mempengaruhi keuangan bisnis, maka anda sebagai leader harus tahu caranya mendorong karyawan agar karyawan bisa lebih produktif mengejar cashflow.

Dan yang terakhir, adalah membuat budgeting proyeksi keuangan cashflow. Nah, proyeksi keuangan pada cashflow akan men-support anda untuk membuat bisnis anda lebih sehat, lebih teratur dan tertata.

Saya akan memberikan tools atau alat bantu aplikasi yang spesifik dalam membuat cashflow dan budgeting yang baik. Alat bantu yang direkomendasikan adalah melalui situs www.moneesa.com atau bisa juga melalui aplikasinya yaitu Moneesa yang bisa diunduh di sini. Selain kesehatan keuangan. Selain itu gunakan juga Bregaswaras untuk membantu menghitung kebutuhan asuransi bisa diunduh di sini.

Dan kalau mau belajar mengelola bujet bulanan anda bisa ikut kelas basic perencana keuangan yang infonya bisa dibuka di sini https://bit.ly/3nuJYO8 bahkan dengan materi tersebut anda bisa menjadi seorang perencana keuangan. Selain itu juga ada lho kelas belajar sendiri untuk materi perencanaan keuangan dasar, reksadana dan asuransi, linknya bisa di buka disini http://bit.ly/IARFC-Online.

Adapun yang harus selalu diingat adalah, cash atau uang tunai diperusahaan itu seperti darah dalam tubuh kita. Ketika tubuh kekurangan darah maka akan berdampak buruk bagi kesehatan, demikain juga dengan perusahaan. Ketika perusahaan kekurangan cash maka dapat berdampak buruk. Itu sebabnya penting untuk selalu menjaga posisi cash usaha anda agar anda tidak terkendala cash deficit syndrom.


Disclaimer: artikel ini merupakan kiriman dari mitra yang bekerja sama dengan detikcom. Redaksi detikcom tidak bertanggung jawab atas isi artikel yang dikirim oleh mitra. Tanggung jawab sepenuhnya ada di penulis artikel.

(hns/hns)