Menyiasati Keuangan Keluarga Saat Pandemi, Perhatikan 2 Hal Ini

Erika Dyah Fitriani - detikFinance
Kamis, 14 Jan 2021 20:53 WIB
Ilustrasi keuangan keluarga
Foto: Getty Images/iStockphoto/Ivan-balvan
Jakarta -

Pandemi COVID-19 memberikan dampak besar pada perekonomian, termasuk ekonomi perorangan dan keluarga. Oleh karenanya, penting mengatur keuangan agar dapat memenuhi kebutuhan tambahan tanpa mengganggu keuangan pribadi maupun keluarga.

Ario Pratomo yang merupakan seorang content creator, entrepreneur, dan investor mengatakan kondisi pandemi ini memang luar biasa dampaknya. Bahkan, tak sedikit keluarga kehilangan sumber penghasilan utama yang tentunya sangat berpengaruh pada kebutuhan sehari-hari.

"Aku percaya semua dimulai dari keterbukaan finansial bersama keluarga untuk mulai bikin prediksi apa saja yang secara optimis, pesimis, dan realistis bisa dijalani," ujar Ario dalam webinar bertajuk 'Financial Wisdom & Freedom For #GenerasiZiap' Kamis (14/1/2021).

Menurutnya, keterbukaan finansial merupakan hal yang penting untuk dilakukan dalam rangka menyiapkan perencanaan keuangan keluarga. Ario menilai keterbukaan ini menjadi awal untuk menentukan waktu serta cara yang dapat digunakan untuk mengelola penghasilan, atau bahkan membuka peluang penghasilan baru.

Sementara itu, seorang content creator sekaligus penyiar radio, Sahil Mulachela menilai strategi finansial melalui pemanfaatan peluang penghasilan tambahan ini perlu untuk dikomunikasikan sebagai bagian dari perencanaan keuangan dalam keluarga. Ia sendiri memanfaatkan media sosial sebagai peluang untuk mendapat tambahan penghasilan dengan membuat konten mengenai keluarga yang cukup diminati banyak orang.

"Aku selalu berkomunikasi dengan istri sejak awal konten kita viral hingga menjadikan content creator dan media sosial sebagai ladang cuan, kita sepakat uang tersebut hanya akan digunakan untuk kebutuhan bikin konten, investasi, proteksi, dan tabungan sementara untuk kebutuhan harian kita tetap gunakan penghasilan utama. Bukan berarti saat kita punya pendapatan baru tapi bukan berarti lifestylenya harus berubah," jelas Sahil.

Sahil menambahkan, pentingnya komunikasi dalam perencanaan keluarga juga berguna untuk menentukan skala prioritas dari kondisi finansial yang sedang dihadapi. Membangun komunikasi yang baik membantu setiap orang untuk dapat membedakan antara keinginan dan kebutuhan, serta menyiapkan pos-pos keuangan untuk memenuhi kedua hal tersebut.

Di sisi lain, Head of Agency Distribution 2, Zurich Topas Life Banie Zulvanshah melihat perencanaan keuangan belum menjadi strategi finansial yang lazim dilakukan oleh banyak orang. Akan tetapi ia menilai adanya pandemi justru membuat banyak orang sadar memiliki risiko keuangan yang harus dihadapi.

"Perlu komunikasi dan penyesuaian untuk menyiasati situasi seperti sekarang, yang penting untuk dilakukan adalah menentukan tujuan. Tentang apa yang kita mau tuju. Misal menyiapkan dana darurat, ini juga termasuk tujuan keuangan. Ketika kita sudah menetapkan tujuan baru mulai bisa mengalokasikan, ini sudah jadi bagian perencanaan keuangan untuk menghadapi situasi mendatang," tutur Banie.

Banie menambahkan, 2 strategi finansial mengenai keterbukaan dan komunikasi dibutuhkan untuk mewujudkan kebebasan finansial. Menurutnya, penting bagi generasi muda saat ini untuk membagi pos keuangannya dalam prinsip SIP yaitu Saving/tabungan, Investasi, dan Proteksi. Bagi Banie, ketiga hal ini harus berjalan secara beriringan untuk membangun pondasi finansial setiap orang.

Lebih lanjut, Banie menginformasikan Zurich memiliki misi untuk memberi perlindungan dan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya melakukan perencanan untuk mengurangi risiko di jangka panjang. Untuk itu, Zurich memiliki program yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan setiap orang, terutama dalam hal proteksi dan investasi.

Banie menjelaskan salah satu program unitlink yang ditawarkan adalah Zurich Smart Care yang memberikan perlindungan proteksi jiwa sekaligus investasi, dilengkapi dengan asuransi tambahan untuk perlindungan komprehensif sesuai dengan kebutuhan Anda dan keluarga.

"Program Smart Care memberi perlindungan seumur hidup, investasi, serta memiliki manfaat kesehatan seperti jaminan kesehatan dan rawat inap. Kami menawarkan fleksibilitas karena unitlink ini sangat fleksibel, kita dapat menambahkan perlindungan tambahan sesuai dengan kebutuhan," pungkas Banie.

Sebagai informasi, Zurich Indonesia bekerja sama dengan detikcom mengadakan Talkshow Online (Webinar) mengenai pentingnya perencanaan finansial dalam menghadapi berbagai tantangan di tahun 2021. Mengundang beberapa tokoh influencer, talkshow ini membahas mengenai apa saja yang dapat dilakukan anak muda untuk bertahan di tengah pandemi COVID-19.

(akn/ega)