Menabung yang Benar Itu Seperti Apa Sih?

Steven Ransingin - Aidil Akbar Madjid & Partners - detikFinance
Senin, 13 Sep 2021 07:10 WIB
The woman hand is putting a coin in a glass  bottle and a pile of coins on a brown wooden table,Investment business, retirement, finance and saving money for future concept.
Ilustrasi/Foto: Getty Images/iStockphoto/sorrapong
Jakarta -

Menabung adalah kebiasaan lama yang masih diterapkan hingga saat ini, kegiatan menyimpan sejumlah uang yang kita hasilkan, guna untuk mendapatkan atau membeli apa yang kita inginkan. Di era serba modern cara menabung pun juga berevolusi mengikuti perkembangan zaman.

Pertanyaannya, di tengah godaan yang muncul, dalam segala aspek mulai dari kuliner, hiburan, perkembangan gawai terkini, membuat kegiatan menabung kita menjadi suatu hal yang sepertinya sangat mustahil untuk dilakukan.

Sebagian besar berpikir bisa menabung dengan menyisihkan uang, tapi tetap bisa belanja hal-hal yang diinginkan melalui fitur paylater, metode pembayaran yang cukup diminati oleh kaum milenial karena bisa mendapatkan barang yang kita inginkan. Di sisi lain bayarnya bisa nanti. Semoga barang yang dibeli tidak rusak duluan sebelum pelunasannya selesai ya.

Sebenarnya kita sangat bisa menabung di tengah perkembangan zaman seperti apapun, selama kita mengontrol diri kita untuk melepas sifat konsumerisme. Di sisi lain kita pun juga belajar, teknik menabung yang benar seperti apa sih? Niscaya setelah kita memfokuskan diri kita pada dua hal tersebut, pasti deh kita bisa menabung sejumlah uang yang kita targetkan.

Jadi pertanyaannya, teknik atau langkah apa sih yang mungkin kita harus lalukan supaya kita bisa melihat sejumlah uang yang banyak dan menumpuk di rekening kita?

1. Tentukan Tujuan Menabung Kita Buat Apa?

Iya ini adalah faktor utama, yang berperan sebagai pondasi dasar supaya menabung kita berhasil. Ibarat rumah, pondasinya nggak kokoh, pasti runtuh, sama kayak kita, punya penghasilan, punya niat mau menabung, tapi nggak punya tujuan dari menabung itu sendiri pun percuma, pasti di tengah jalan uangnya akan ludes kita pakai. Karena kita merasa, wah uang kita ada banyak ya. Setelah sekian lama kita sisihkan, karena nggak punya kontrol diri, karena nggak punya tujuan, mendadak sifat konsumerisme kita muncul. Kayaknya asyik ya beli ini, mendadak semua barang atau makanan jadi suatu kebutuhan.

Jadi penting punya tujuan menabung. Tujuan kita menyisihkan uang itu untuk apa sih? Misal mau beli ponsel terbaru, mau beli laptop, mau beli kendaraan, rumah, menikah, atau bahkan untuk pensiun. Setelah kita punya tujuan kita, mulai menyisihkan dan memiliki kontrol diri. Tentu kita pasti nggak tega, menggunakan uang yang telah kita sisihkan secara sembarangan memenuhi sifat konsumtif kita, karena kita telah memiliki rencana dari tujuan kita menabung untuk apa.