5 Pos Wajib Keuangan Keluarga Supaya Siap Hadapi Penyakit Berat

Tim detikcom - detikFinance
Kamis, 07 Okt 2021 11:59 WIB
Sejumlah tenaga kesehatan mengenakan alat pelindung diri (APD) saat uji rapid test COVID-19 masal di Kota Pekanbaru, Riau, Kamis (4/6/2020). Kementerian Keuangan menyatakan hingga kini belum mengantongi data tenaga kesehatan (Nakes) dari pemerintah daerah yang menangani COVID-19, sehingga insentif untuk tenaga medis belum bisa dicairkan. ANTARA FOTO/FB Anggoro/nz
Foto: ANTARA FOTO/FB Anggoro
Jakarta -

Kondisi kesehatan setiap orang berbeda-beda, begitu juga kondisi keuangan. Namun kondisi keuangan saat kita butuh untuk kesehatan bisa diatur supaya tidak keteteran.

Jangan sampai ketika kita sakit parah (amit-amit, kalau bisa jangan sampai sakit) keuangan kita juga tidak ikut berdarah-darah.

Sebelum menyisihkan pemasukan untuk memenuhi sektor kesehatan, kita perlu tahu terlebih dahulu nih bagaimana cara mengatur keuangan. Dengan begitu, kita tidak akan salah langkah saat menganggarkan uang ke berbagai pos pengeluaran.

"Yang pertama kali harus kita lakukan adalah mengatur cash flow. Jadi, kita cek terlebih dahulu keuangannya sehat atau enggak. Itu biasanya dimulai dari cash flow," kata Financial Trainer Fransisca Emi, CFP, saat HaiBunda Live di Instagram dikutip Kamis, (7/10/2021).

Setelah menerima penghasilan tiap bulan, kita bersama pasangan sebaiknya membagi penghasilan tersebut ke dalam beberapa pos pengeluaran.

"Kalau kita sudah melakukan pengaturan keuangan tadi, penghasilan yang kita terima setiap bulan kita bagi ke dalam pos-pos," jelas wanita yang akrab disapa Emi ini.

Menurut Emi, pos-pos pengeluaran dalam keuangan keluarga dibagi lima. Selengkapnya klik di sini.



Simak Video "Syarat Biar Kamu Bisa Wujudkan Self Reward"
[Gambas:Video 20detik]
(ang/ang)