ADVERTISEMENT

Milenial Kerja Melulu Tapi Tabungan Nggak Nambah-nambah? Cek Tips Ini Deh!

Tim detikcom - detikFinance
Kamis, 07 Jul 2022 07:15 WIB
ilustrasi THR
Milenial Kerja Melulu Tapi Tabungan Nggak Nambah-nambah? Cek Tips Ini Deh!/Foto: Dok.Detikcom
Jakarta -

Banyak yang skeptis pada milenial jika terkait finansial. Milenial dianggap cenderung mengikuti arus gaya hidup kota besar, padahal untuk memperoleh kemapanan butuh biaya ekstra dan pendapatan tidak selalu sepadan dengan hitungan biaya yang harus dikeluarkan.

Co-Founder MiPOWER by Sequis and Registered Financial Planner Edwin Limanta menyarankan para milenial memiliki pengetahuan perencanaan keuangan dan disiplin menjalankannya sebab masa mendatang penuh ketidakpastian.

"Milenial perlu memiliki pengetahuan mengenai perencanaan keuangan dan mulai menjalankannya meski baru penghasilan pertama atau belum memiliki tanggungan," katanya dalam keterangan tertulis, dikutip Kamis (7/7/2022).

Edwin melanjutkan, kebutuhan akan berubah dan bertambah seiring meningkatnya karier, bertambahnya usia, dan saat mewujudkan rencana berumah tangga. Biaya hidup juga akan meningkat seiring meningkatnya inflasi sehingga jika tidak melatih diri dan mulai disiplin dalam perencanaan keuangan maka mustahil akan memiliki simpanan yang cukup untuk persiapan masa depan.

"Lagipula, berkarier ada batasan usia dan bisa jadi kemungkinan terjadi risiko gagal pensiun dengan nyaman," sebut Edwin.

Tips Perencanaan Keuangan Buat Milenial:

1. Bedakan Keinginan dan Kebutuhan

Berhasil pada usia muda tentu membanggakan tapi juga penuh godaan karena pengaruh gaya hidup dancirclepertemanan. Biasanya pengeluaran aktualisasi diri cenderung membengkak.

2. Utamakan Kebutuhan Hidup

Pentingnya mengutamakan kebutuhan hidup saat ini dan masa depan seperti sandang, pangan, dan papan karena biaya hidup cenderung tidak stabil bahkan naik seiring inflasi.

3. Hidup Sederhana

Bergaya sederhana tidak akan menurunkan derajat .Misalnya, mereka yang bekerja di area Sudirman dan SCBD, Jakarta dapat memanfaatkan MRT atau TransJakarta ketimbang memaksakan diri membeli mobil pribadi demi gengsi.

4. Alokasikan Pendapatan

Bisa menggunakan rumus 40-30-20-10, yaitu 40% pendapatan dianggarkan untuk keperluan sehari-hari, 20% cicilan produktif, 10% cicilan konsumtif, 20% aset rencana jangka panjang, serta 10% untuk keperluan sosial.

5. Menabung Sebanyak Mungkin

Hiburan dan jalan-jalan adalah khas milenial tapi bukan berarti karena pendapatan bertambah lalu wajar berfoya-foya. Biaya tersier semacam ini bisa dipersiapkan dari penghasilan non rutin, seperti dari bonus tahunan, THR, atau pendapatan tambahan. Jadi jangan lupa menabung ya.

6. Jangan Berutang

Terutama jika utang tidak direncanakan. Misalnya, membeli ponsel mahal dengan kartu kredit, kemudian cicilan belum juga lunas lalu membeli tiket konser, dan lain-lain.

Utang perlu dikelola dengan baik karena menumpuk utang akan berisiko terjadi defisit neraca keuangan pribadi atau usaha. Padahal memulihkannya perlu waktu yang panjang bahkan bisa sampai tahunan. Jika merasa perlu mencicil maka usahakan barang tersebut memiliki manfaat lebih banyak daripada biaya kepemilikannya

7. Buat Skala Prioritas

Seiring kenaikan pendapatan dan luasnya pergaulan sah saja jika gaya hidup ikut naik kelas asalkan tidak lebih besar dari kenaikan gaji.Buatlah skala prioritas pengeluaran dan pendapatan nonrutin demi mencegah pengeluaran tidak terkendali.

8. Naikkan Dana Darurat

Kenaikan pendapatan berarti saatnya menaikkan aset rencana jangka panjang. Tingkatkan jumlah dana darurat, tabungan, asuransi, serta investasi.

9. Punya Asuransi

Mengingat hidup tidak lepas dari risiko kehidupan, seperti sakit, kecelakaan, atau meninggal dunia maka penting memiliki asuransi jiwa dan asuransi kesehatan untuk menjaga finansial dan aset masa depan.

10. Cari Pendapatan Tambahan

Selagi masih muda dan banyak kesempatan berkarya, dapat memanfaatkan waktu dan bakat untuk mencari pendapatan tambahan dengan money mindset multiple stream of income.

Dengan memiliki pendapatan tambahan akan membantu meningkatkan simpanan dan memenuhi kebutuhan saat ini. Salah satu kesempatan pekerjaan tambahan yang dapat ditekuni milenial yang memiliki banyak waktu luang adalah menjadi agen asuransi sebab memungkinkan mendapatkan pendapatan tambahan dengan nilai tak terbatas dari komisi yang nilainya bisa 10-30% dari pendapatan premi tahunan yang dicapai serta meningkatkan atau mengasah skill jiwa entrepreneur pada masa muda.

Menjadi agen asuransi juga relatif bisa dijalankan bagi milenial yang memiliki pekerjaan tetap sebab dapat dijalankan saat libur atau saat ada waktu luang.

(ara/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT