ADVERTISEMENT

Mantra Investasi yang Harus Selalu Diingat (Bagian 1)

Aidil Akbar Madjid - detikFinance
Rabu, 14 Sep 2022 08:15 WIB
Aidil Akbar
Foto: detikcom
Jakarta -

Sejujurnya saya pribadi sangat senang, mengapa? Karena semakin hari semakin banyak orang ngomongin atau membicarakan mengenai investasi. Itu artinya semakin banyak orang yang concern dengan investasi dan mungkin dengan masa depan mereka. Ada juga orang-orang yang berinvestasi dengan alasan-alasan lain.

Akan tetapi sayangnya masih banyak orang yang salah kaprah tentang investasi itu sendiri. Padahal materi tentang investasi sudah banyak dan sering dibagikan di media sosial dari saya sendiri atau dari pakar-pakar lainnya. Kesalahan ini berakibat pada kerugian yang besar dari investor pemula baik karena rugi investasi maupun rugi karena tertipu investasi bodong dan lain sebagainya.

Itulah sebabnya penting untuk memegang teguh prinsip investasi alias mantranya. Nah dalam tulisan berseri berikut ini akan dibahas mantra apa saja sih yang harus selalu dipegang oleh calin investor sebelum mereka memulai berinvestasi?

Mantra pertama yang harus selalu diingat adalah Investasi Dilakukan Untuk Memenuhi Kebutuhan Masa Depan Dengan Biaya Yang Lebih Besar. Dengan adanya inflasi biaya hidup yang tinggi (fakta dan realita dimana inflasinya lebih tinggi dari inflasi yang selama ini di dengung-dengungkan) maka membuat biaya hidup sekarang dan kedepannya semakin hari akan semakin meningkat.

Jadi tidak bisa dipungkiri, bila kita ingin bisa melakukan sesuai atau membeli sesuatu atau membutuhkan sesuatu di masa depan, maka akan dibutuhkan biaya yang jauh lebih tinggi dari saat ini.

Dengan berinvestasi, diharapkan dana dan aset kita bisa naik berlipat ganda dan diharapkan cukup untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Mantra kedua yang harus selalu diingat adalah bahwa Investasi Harus Punya Tujuan Yang Spesifik.

Investasi itu harus selalu disertai dengan tujuan tertentu dimasa depan. Kaitannya dengan mantra pertama diatas bahwa masa depan penuh dengan ketidak pastian serta akan membutuhkan dana yang sangat besar karena adanya inflasi tersebut. Nah, masa depan seperti apa yang diinginkan? Maka buatlah tujuan atau goal secara spesifik.

Mengapa penting untuk membuat tujuan secara spesifik? Pertama agar tahu dulu tujuan kita berinvestasi untuk apa. Kemudian tujuan yang spesifik akan memudahkan kita untuk menghitung nilai kebutuhan tersebut dengan nilai saat ini. Kebutuhan yang spesifik ini akan mempermudah kita memperkirakan inflasi atau kenaikan dari kebutuhan tersebut. Harap diingat bahwa kenaikan angka inflasi produk atau tujuan bisa saja berbeda dengan kenaikan angka inflasi saat ini.

Sebagai contoh misalnya inflasi pemerintah biasanya menggunakan angka dari Badan Pusat Statistik (BPS) di kisaran 3.5-5%, sementara inflasi biaya hidup bisa dilihat dari kenaikan Indeks konsumsi yang rata-rata diatas 10% per tahun. Disaat yang bersamaan inflasi biaya pendidikan juga akan berbeda kenaikannya antara pendidikan tinggi negeri dan swasta yang kisarannya antara 15%-30% per tahun tergantung kampusnya.

Selain mempermudah mengetahui nilai dari tujuan keuangan dan kenaikannya, tujuan yang spesifik akan membantu kita memperkirakan berapa besar biayanya nanti (kedepan). Hal ini tentu saja akan mempermudah kita dalam menentukan dan memilih jenis investasi apa yang cocok untuk memenuhi tujuan tersebut. Itulah sebabnya mengapa tujuan harus spesifik.

Mantra ketiga yang harus selalu diingat adalah bahwa Investasi Harus Punya Target Biaya & Waktu Yang Jelas.

Hal ini berhubungan erat dengan mantra pertama dan mantra kedua yang telah dibahas sebelumnya. Ketika kita sudah mengetahui tujuan tersebut secara jelas dan spesifk maka akan
memudahkan kita menghitung biayanya baik biaya masa kini (saat ini) ataupun biaya di masa yang akan datang.

Jangka waktu untuk mencapai tujuan tersebut juga akan sangat menentukan beberapa hal. Pertama jangka waktu akan menentukan berapa besar kenaikan dari tujuan tersebut dari tahun ke tahun, yang pada akhirnya akan mendapatkan nilai akhir dari tujuan tersebut di masa yang akan datang. Semakin lama jangka waktu dan semakin besar inflasi maka akan semakin tinggi (mahal) biaya yang dibutuhkan di masa yang akan datang.

Jangka waktu juga akan menentukan berapa besar cicilan investasi yang akan kita lakukan. Semakin panjang jangka waktunya biasanya akan semakin kecil cicilannya. Terakhir, jangka waktu juga akan menentukan jenis produk investasi apa yang akan kita gunakan.

Apakah cuma mantra-mantra ini saja? Ternyata masih belum selesai. Di artikel berikutnya akan kita bahas mantra-mantra selanjutnya. Tunggu artikelnya.

(dna/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT