ADVERTISEMENT

Mantra Investasi yang Harus Selalu Diingat (Bagian 2)

Aidil Akbar Madjid - detikFinance
Jumat, 16 Sep 2022 06:45 WIB
Aidil Akbar
Aidil Akbar Madjid. Foto: detikcom
Jakarta -

Investasi itu harus dilakukan secara hati-hati dan tidak bisa sembarangan. Kalau sampai salah investasi akibatnya bisa merugi. Itulah sebabnya saya menciptakan mantra investasi yang harus diingat semua orang sebelum memulai berinvestasi.

Dalam artikel sebelumnya telah dibahas beberapa mantra penting. Nah dalam artikel kali ini kita bahas kelanjutan mantra apa yang harus diketahui oleh calon investor.

Mantra keempat yang harus selalu diingat adalah, bahwa investasi dilakukan untuk jangka panjang. Di dalam dunia investasi tidak ada yang serba instan, butuh waktu dan butuh proses agar investasi tersebut bisa berkembang. Itulah sebabnya investasi harus selalu diperlakukan sebagai tujuan keuangan dan investasi untuk jangka panjang.

Sebagai contoh misalnya, kita ingin membuka usaha warung, maka kita akan menginvestasikan uang kita untuk sewa tempat dan beli peralatan warung serta bahan baku makanan tersebut bukan? Nah, apakah kemudian semua modal kita bisa balik dalam waktu jualan 1 hari, 1 minggu atau 1 bulan saja? Tentu saja tidak kan? Butuh waktu sampai warung tersebut bisa berkembang, laku dan menjadi besar dan juga butuh waktu agar modal investasi kita kembali modal. Hal yang sama juga berlaku untuk investasi pada produk keuangan dan produk investasi. Tidak ada yang instan.

Mantra kelima yang tidak kalah penting untuk diketahui adalah bahwa Investasi Pasti Mengandung Resiko. Banyak orang Indonesia yang mau untung tapi tidak mau dengan resiko. Sementara teori investasi mengatakan bahwa setiap investasi pasti ada resikonya. Sementara itu teori investasi mengatakan bahwa hasil investasi berbanding lurus dengan resiko investasinya. Yang artinya semakin tinggi hasil investasi yang kita harapkan, maka akan semakin tinggi juga resiko dari investasi tersebut.

Resiko investasi pun bisa bermacam-macam. Ada resiko yang menyebabkan harga atau nilai investasi naik dan turun misalnya pada harga saham atau obligasi. Penyebab naik turun harganya pun bisa bermacam-macam, dari mulai kinerja perusahaan, laporan keuangan, sampai pada sentimen dari investor. Resiko lain dari investasi kita adalah nilai investasinya turun terus bahkan bisa sampai hilang semuanya.

Itulah sebabnya ketika kita berinvestasi jangan saja hanya berfikir dan mengharapkan keuntungannya saja, tapi apakah kita siap dengan segala resiko termasuk resiko kerugiannya?

Mantra keenam yang harus dipahami adalah Investasi Dilakukan Secara Rutin dan Konsisten. Bagi mereka yang sudah punya banyak uang, mungkin investasi dilakukan cukup satu kali saja untuk kemudian didiamkan dalam jangka panjang.

Untuk bisa menjalankan strategi ini dibutuhkan keahlian dalam memilih produk investasi dan menentukan waktu yang tepat kapan berinvestasi untuk memastikan bahwa harga investasi yang kita beli cukup rendah. Dengan harga yang rendah maka potensi kenaikannya menjadi tinggi.

Sementara itu, bagi sebagian besar dari kita yang mempunyai dana terbatas untuk diinvestasikan maka kata kunci untuk keberhasilan investasi kita adalah dengan melakukannya secara rutin dan konsisten.

Nah, untuk bisa melakukan ini dibutuhkan suatu strategi. Salah satu strategi yang sering disarankan adalah dengan melakukan yang disebut DCA atau singkatan dari Dollar Cost Averaging.

Strategi DCA ini artinya kita melakukan investasi secara rutin setiap periode waktu tertentu (biasanya bulanan) dengan nominal yang sama, tanpa menghiraukan harga sedang naik ataupun sedang turun.

Dengan melakukan strategi ini, ketika nilai investasi kita turun maka kita membeli produk keuangan lebih banyak demikian juga sebaliknya. Akibatnya kita mendapatkan harga rata-rata dari investasi kita. Dengan menjalankan strategi ini secara konsisten, investasi kita akan ikut bergerak seiring dengan pergerakan pasar.

Mantra terakhir yang harus diingat adalah, Semakin Ditunda Cicilan Investasi Kita Akan Semakin Besar dan Memberatkan. Seperti yang pernah dibahas, bahwa investasi memerlukan waktu dan semakin lama waktu investasi maka akan semakin kecil cicilan investasi kita. Demikian pula sebaliknya, semakin dekat dan mepet waktu kita berinvestasi, maka akan semakin besar cicilannya. Oleh sebab itu lakukan investasi secepatnya dari sekarang, jangan menunda lagi.



Simak Video "Bappebti Ungkap Penyebab Investasi Ilegal Makan Banyak Korban"
[Gambas:Video 20detik]
(das/das)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT