7 Ide Bisnis Makanan Ringan dan Modalnya

ADVERTISEMENT

7 Ide Bisnis Makanan Ringan dan Modalnya

Anindyadevi Aurellia - detikFinance
Kamis, 15 Sep 2022 17:27 WIB
Warga membuat menu makanan ringan di salah satu UMKM Dapur Mak Demplon, Sunter Agung, Jakarta Utara, Minggu (10/4).
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Siapa yang tak suka ngemil? Makan makanan ringan, mencicipi lezat dan renyahnya cemilan menemani hari sembari menonton televisi. Kamu bisa menyulap singkong, tempe, kentang untuk diolah menjadi cemilan yang enak, mudah, dan murah.

Produksi makanan ringan kian hari justru jadi prospek bisnis yang banjir cuan. Modal yang diperlukan pun relatif kecil, untuk memulai usaha dapat dilakukan mulai dari modal skala kecil sampai skala besar dengan keuntungan yang menjanjikan.

Berikut ini ada sepuluh rekomendasi ide usaha makanan kering dalam kemasan, dilansir dari berbagai sumber literatur.

7 Ide Bisnis Makanan Ringan

Pekerja memilah keripik tempe sagu untuk dikemas di Pawon Mutiara, Depok, Jawa Barat, Kamis (7/4/2022). Permintaan produksi keripik tempe sagu saat bulan Ramadhan mengalami kenaikan dari biasanya 100 kilogram per hari menjadi 200 kilogram per hari dengan harga jual Rp50 ribu - Rp70 ribu per kilogram tergantung kualitas. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/wsj.Foto: ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha

1. Keripik Tempe

Bisnis makanan adalah bisnis yang tak kenal musim dan penuh dengan persaingan. Maka, diperlukan inovasi atau selalu memikirkan produk baru yang berbeda agar menarik perhatian konsumen untuk membelinya.

Produk baru tidak selalu berasal dari sebuah produk yang asing di masyarakat. Produk baru itu bisa saja berasal dari produk yang sudah ada namun dimodifikasi baik bentuk, bahan, atau rasa. Berikut ini Lucia Priandarini membagikan perkiraan modal yang dibutuhkan, dalam bukunya Panduan Lengkap Memulai dan Mengelola Usaha di Rumah.

Di bawah ini adalah daftar biaya investasi yang harus dikeluarkan untuk membuat usaha keripik tempe:

  • Biaya renovasi outlet Rp 3.000.000
  • Kompor dan tabung gas Rp 550.000
  • Etalase Rp 1.500.000

Pembelian peralatan:

  • Penggorengan besar (min. diameter 60cm) 2 × Rp 100.000 = Rp 200.000
  • Sodet 2 × Rp 20.000 = Rp 40.000
  • Pisau besar 4 × Rp 50.000 = Rp 200.000
  • Talenan 4 x Rp 20.000 = Rp 80.000
  • Saringan 2 × Rp 25.000 = Rp 50.000
  • Wadah tempe dan adonan bumbu Rp 50.000
  • Timbangan Rp 75.000
  • Total Investasi: Rp 5.745.000

Biaya operasional per bulan

A. Biaya Tetap

  • Penyusutan etalase 1/36 × Rp 1.500.000 = 41.700
  • Penyusutan kompor gas 1/36 × Rp 550.000 = Rp 15.700
  • Penyusutan peralatan 1/12 × Rp 695.000 = Rp 58.000
  • Gaji karyawan 3 orang x Rp 500.000 = Rp 1.500.000

Total Biaya Tetap Rp 1.615.400

B. Biaya Variabel

  • Bahan baku (tempe dan bumbu-bumbu) Rp 200.000 x 30 hari = Rp 6.000.000
  • Minyak goreng 10 kg x Rp7.500 x 30 = Rp 2.250.000
  • Minyak tanah 12 L x Rp3.000 x 30 = Rp 1.080.000
  • Biaya pengemasan Rp 500.000
  • Biaya listrik dan air Rp 300.000
  • Biaya transportasi Rp 200.000
  • Biaya komunikasi Rp 100.000
  • Biaya promosi Rp 200.000
  • Biaya gas Rp 250.000

Total Biaya Variabel Rp 10.880.000

Total Biaya keseluruhan: Rp 12.495.400.

Bikin Gemas! Bakpao dan Cilok Hello Kitty dan Angry Bird dari CianjurFoto: Ismet Selamet/detikcom

2. Bakpao

Bakpao merupakan makanan asli dari Cina yang telah lama dikenal luas masyarakat Indonesia. Di negara asalnya, bakpao disajikan sebagai makanan pembuka dalam bentuk dimsum kukus. Di Indonesia, bakpao jadi pengganjal perut yang hangat dengan varian rasa yang beragam yakni ayam, kacang hijau, hingga coklat.

Umumnya, dalam berdagang bakpao dilakukan dengan berkeliling menggunakan gerobak, sepeda, atau mobil yang dilengkapi dengan alat pengukus sehingga bakpao yang dijual tetap hangat. Bakpao cukup mudah dibuat dan dijual, pembuatannya bisa dilakukan di rumah dengan peralatan yang ada di dapur. Mulailah dengan skala kecil terlebih dahulu.

Berikut perkiraan modal dilansir dari buku 38 Inspirasi Usaha Makanan Minuman untuk Home Industry Modal di Bawah 5 Juta oleh Yuyun Anwar.

Biaya Produksi Selama Satu Bulan

  • Tepung terigu (0,8 kg x Rp 9.000 / kg x 26 hari) Rp 187.200
  • Tepung tang mien (0,15 kg x Rp 18.000 / kg x 26 hari) Rp 70.200
  • Ragi instan (0,01 kg x Rp 50.000 / kg x 26 hari) Rp 13.000
  • Gula pasir (0,15 kg x Rp 9.000 / kg x 26 hari) Rp 35.000
  • Air (0,4 L × Rp 150 / L x 26 hari) Rp 1.560
  • Mentega putih (0,1 kg x Rp 12.000 / kg x 26 hari) Rp 31.200
  • Garam halus (0,02 kg x Rp 1.500 / kg x 26 hari) Rp 780
  • Baking powder (0,01 kg x Rp 20.000 / kg x 26 hari) Rp 5.200
  • Minyak goreng (0,3 L x Rp 8.500 / L x 26 hari) Rp 66.300
  • Sambal atau saus (54 bungkus x Rp 50 / bungkus x 26 hari) Rp 70.200
  • Daging ayam (0,5 kg x Rp35.000/kg x 26 hari) Rp 455.000
  • Bawang bombay (0,2 kg × Rp10.000/kg x 26 hari) Rp 52.000
  • Bawang putih (0,1 kg x Rp10.000/kg x 26 hari) Rp 26.000
  • Gula pasir (0,02 kg x Rp8.500/kg x 26 hari) Rp 4.420
  • Kecap asin (0,01 L× Rp25.000/L x 26 hari) Rp 6.500
  • Merica (0,01 kg x Rp45.000/kg 26 hari) Rp 11.700
  • Bawang daun (0,1 kg x Rp8.000/kg x 26 hari) Rp 20.800

Total biaya produksi per bulan Rp 1.057.060

Youtiao (Chinese fried churro, Chinese cruller, Chinese oil stick, Chinese doughnut, fried breadstick), long golden brown deep fried dough strip, eaten at breakfast with rice congee, tea or sweet milkFoto: Getty Images/iStockphoto/Vichai Phububphapan

3. Cakwe

Cakwe dan odading merupakan dua jenis kue yang biasa disajikan berpasangan. Keduanya merupakan kue sederhana berbahan dasar tepung terigu dengan perpaduan rasa yang tepat, yaitu asin dan manis. Cara pembuatannya sangat sederhana sehingga mudah dilakukan dengan modal yang kecil dan peralatan sederhana yang ada di dapur.

Kamu bisa melakukan inovasi seperti membuat cakwe isi (adonan tuna, udang, atau daging) dan kue bantal aneka isi (isi kacang hijau, cokelat, atau selai stroberi) sehingga produk yang ditawarkan mempunyai nilai tambah di mata konsumen. Jika ingin memulai usaha dengan skala kecil, proses pembuatan adonan dapat menggunakan tangan (secara manual).

Peralatan Menjual Cakwe

  • Mikser (kapasitas 5 kg) Rp 3.750.000
  • Wajan Rp 300.000
  • Kompor Rp 250.000
  • Tabung elpiji kecil Rp 250.000
  • Berbagai wadah plastik Rp 350.000

Total Harga Rp 4.900.000

Biaya Produksi Selama Satu Bulan

  • Tepung terigu (0,1 kg x Rp 9.000 / kg x 26 hari) Rp 234.200
  • Baking powder (0,014 kg × Rp 20.000 / kg x 26 hari) Rp 7.280
  • Air (1,2 L x Rp 150 / L x 26 hari) Rp 4.680
  • Garam halus (0,01 kg × Rp 1.500 / kg x 26 hari) Rp 390
  • Minyak goreng (0,02 L x Rp 8.500 / L x 26 hari) Rp 4.420

Bahan Isi

  • Daging ayam (0,4 kg x Rp 35.000 / kg x 26 hari) Rp 364.000
  • Telur ayam (2 buah x Rp 1.000 / buah x 26 hari) Rp 52.000
  • Bawang bombay (0,1 kg x Rp 12.000 / kg x 26 hari) Rp 31.200
  • Bawang putih (0,06 kg x Rp 10.000 / kg x 26 hari) Rp 1.560
  • Merica (0,002 kg × Rp 45.000 / kg x 26 hari) Rp 2.340
  • Minyak wijen (0,008 L × Rp75.000/L x 26 hari) Rp 15.600
  • Bawang daun (0,1 kg x Rp 8.000 / kg x 26 hari) Rp 20.800
  • Tepung maizena (0,1 kg x Rp 9.000 / kg x 26 hari) Rp 23.400

Total biaya produksi per bulan Rp 761.670

Resep Lumpia Suun dan TahuFoto: iStock

4. Lumpia Mini

Bisnis lumpia skala rumah tangga merupakan salah satu peluang usaha yang menjanjikan. Selain mudah dibuat, bahan bakunya pun mudah diperoleh.

Kulit lumpia dapat dibuat sendiri atau membeli langsung di supermarket, kemudian kamu bisa variasikan beri isi daging, ayam, udang, atau rebung dengan saus bawang putih yang gurih. Kamu bisa coba inovasi membuat lumpia mini yang habis dalam sekali hingga tiga kali gigitan sehingga lebih praktis.

Peralatan Menjual Lumpia Mini

  • Wajan Rp 250.000
  • Kompor Rp 250.000
  • Tabung gas elpiji kecil Rp 200.000
  • Peniris Rp 75.000
  • Peralatan lain, seperti penjepit kue, wadah stainless Rp 300.000
  • Etalase kaca Rp 350.000
  • Gerobak Rp 2.000.000

Total Rp 3.425.000

Biaya Produksi Selama Satu Bulan

  • Kulit popiah (1,5 kg x Rp 8.000 / kg x 26 hari) Rp 312.000
  • Daging ayam (1 kg x Rp 30.000 / kg x 26 hari) Rp 780.000
  • Rebung (3,5 kg x Rp 15.000 / kg x 26 hari) Rp 1.360.000
  • Telur ayam (0,5 kg x Rp 16.000 / kg x 26 hari) Rp 208.000
  • Bawang putih (0,15 kg x Rp 10.000 / kg x 26 hari) Rp 39.000
  • Bawang merah (0,1 kg x Rp 10.000 / kg x 26 hari) Rp 52.000
  • Garam halus (0,05 kg x Rp 1.500 / kg x 26 hari) Rp 1.950
  • Gula merah (0,1 kg x Rp 10.000 / kg x 26 hari) Rp 26.000
  • Kecap manis (0,3 L x Rp 23.000 / L x 26 hari) Rp 179.400
  • Penyedap rasa (0,1 kg x Rp 15.000 / kg x 26 hari) Rp 3.900
  • Minyak goreng (4 L × Rp 8.500 / L x 26 hari) Rp 884.500
  • Cabai rawit (0,5 kg x Rp 10.000 / kg x 26 hari) Rp 130.000
  • Biaya pengemasan atau saus kemasan (50 buah x Rp 500 / buah x 26 hari) Rp 650.000

Total biaya produksi per bulan Rp 4.626.750

Batagor, the short of Baso Tahu Goreng, is a popular snack in West Java area (Sundanese culture). Dumplings of fish ball, tofu and wonton are fried then topped with spicy peanut sauce and a dash of lime juice. This is the close up view of the dish.Foto: Getty Images/iStockphoto/MielPhotos2008

5. Batagor

Batagor singkatan dari bakso tahu goreng. Merupakan makanan yang terkenal di Bandung dan sekitarnya. Makanan ini berbahan dasar adonan ikan, tahu, dan kulit pangsit. Paling nikmat dicocol dengan sambal kacang dan cabai pedas.

Batagor kerap kali dijual oleh pedagang kaki lima yang berkeliling. Biasanya batagor disantap saat masih hangat sesudah digoreng. Kamu bisa menjual batagor siap makan dalam kemasan vakum agar tahan lama dan menarik.

Peralatan Menjual Batagor Kemasan Vakum

  • Wajan Rp 250.000
  • Perlengkapan, seperti panci, pengukus, piring, baskom plastik Rp 350.000
  • Kompor Rp 250.000
  • Tabung gas elpiji kecil Rp 200.000
  • Mesin vakum sealer Rp 3.800.000

Total Rp 4.850.000

Biaya Produksi Selama Satu Bulan

  • Tahu (400 buah x Rp 100 / potong x 26 hari) Rp 1.040.000
  • Daging ikan (0,8 kg x Rp 45.000 / kg x 26 hari) Rp 936.000
  • Tepung tapioka (0,2 kg x Rp 4.500 / kg x 26 hari) Rp 23.400
  • Air es (1,5 L × Rp 150 / L x 26 hari) Rp 5.850
  • Fosfat (0,02 kg x Rp 45.000 / kg x 26 hari) Rp 23.400
  • Bawang putih (0,6 kg x Rp 12.000 / kg x 26 hari) Rp 187.200
  • Penyedap rasa (0,04 kg x Rp 15.000 / kg x 26 hari) Rp 15.600
  • Garam halus (0,1 kg x Rp 1.500 / kg x 26 hari) Rp 3.900
  • Merica bubuk (0,02 kg x Rp 45.000 / kg x 26 hari) Rp 23.400
  • Gula pasir (0,08 kg x Rp 8.500 / kg x 26 hari) Rp 17.600
  • Minyak goreng (5 Lx Rp 8.500 / L x 26 hari) Rp 1.105.000
  • Plastik (80 buah x Rp 1.000 / buah x 26 hari) Rp 2.080.000
  • Biaya tenaga kerja (1 org x Rp 30.000 / hari × 26 hari) Rp 780.000
  • Biaya listrik (Rp 2.000 / hari x 26 hari) Rp 52.000

Total biaya produksi per bulan Rp 6.293.350

Cara Simpan Keripik Kentang Agar Awet RenyahFoto: Getty Images/iStockphoto

6. Keripik Kentang

Keripik kentang merupakan salah satu contoh bisnis camilan yang sangat mudah untuk diolah, sebab bahan dan alatnya tidaklah banyak ditambah dengan proses pembuatan yang tidak begitu sulit.

Selain dinikmati sebagai camilan, keripik kentang juga dinikmati sebagai teman makan nasi. Keripik kentang bisa diolah menjadi beberapa variasi rasa, seperti pedas, manis, asin, dan gurih. Berikut ini perkiraan modal disadur dari buku 180 Sumber Penghasil Uang oleh Dimas.

Biaya Operasional per Bulan

  • Kentang 10 kilo @Rp60.000 x 30 hari Rp 1.800.000
  • Gas, minyak, promosi, bumbu, dan lain-lain Rp 1.000.000
  • Kemasan Rp 250.000

Total biaya operasional Rp 3.050.000

Para pekerja memasak keripik singkong di kawasan Gunung Sindur, Bogor, Rabu, (14/10/2020).  Dalam sehari, UMKM keripik merek 'Berlian' tersebut mampu menghabiskan bahan baku singkong mentah hingga 100kg/hari. Keripik singkong dijual mulai Rp 8.000/pax. Keripik dibuat berbagai rasa seperti gurih asin, pedas sambal hingga rasa jagung manis. Selain menjual eceran, keripik tersebut banyak dibeli untuk dijual lagi (reseller) dengan merek berbeda. Selama pandemi, penjualan keripik singkong meningkat seiring naiknya permintaan makanan kudapan/cemilan di rumah.Foto: Ari Saputra

7. Keripik Singkong

Sama halnya dengan keripik kentang, keripik singkong merupakan camilan kegemaran semua orang. Tingginya permintaan masyarakat akan keripik singkong, membuat peluang usaha ini tetap terbuka dan tidak ada matinya. Keripik singkong juga tersedia dalam berbagai varian rasa.

Biaya Operasional per Bulan

  • Singkong 10 kilo @Rp20.000 × 30 hari Rp 600.000
  • Gas, minyak, promosi, bumbu, dan lain-lain Rp 1.000.000
  • Kemasan Rp 250.000

Total biaya operasional Rp 1.850.000

Nah detikers, itulah tadi informasi lengkap mengenai tujuh inspirasi bisnis makanan ringan beserta perkiraan modalnya. Tidak sulit dan murah bukan? Kamu bisa mencobanya terlebih dahulu untuk konsumsi pribadi. Semoga berhasil, ya!



Simak Video "Hutama Karya Kembangkan Kompos dari Maggot di JTTS"
[Gambas:Video 20detik]
(aau/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT