Follow detikFinance
Jumat 11 Nov 2016, 06:57 WIB

Menimbang Keuntungan dan Kerugian Produk Investasi Keuangan

Tung Desem Waringin - detikFinance
Menimbang Keuntungan dan Kerugian Produk Investasi Keuangan Foto: Ari Saputra
Jakarta - Investasi adalah kegiatan di mana Anda menganggarkan dana masa pada sekarang dengan harapan akan mendapatkan keuntungan di masa mendatang.

Investasi tidak hanya hal di bidang keuangan saja namun bisa dalam bentuk pendidikan, hubungan dengan orang lain ataupun keluarga.

Saat Ini produk investasi dalam hal keuangan banyak Anda jumpai misalnya deposito, emas, atau saham. Apakah Anda bingung menentukan produk investasi yang sesuai dengan Anda?

Berikut pertimbangan masing-masing produk investasi keuangan yang bisa Anda pilih:

1. Deposito
Menyimpan uang untuk periode tertentu, apabila belum jatuh tempo uang tidak bisa diambil atau akan mendapat penalti bila diambil sebelum waktunya. Dendanya disesuaikan dengan kesepakatan yang telah diperjanjikan.

Keuntungan Deposito
A. Risiko sangat rendah.
B. Bunga yang dapat diterima lebih besar dibandingkan tabungan biasa.

Kerugian Deposito
A. Keuntungan atau bunga yang diterima lebih sedikit bila dibandingkan dengan
jenis investasi lain yang berhadapan langsung dengan risiko pasar.

2. Obligasi
Obligasi adalah surat tanda bukti utang, bahwa kita memberikan utang kepada perusahaan tertentu atau pemerintah. Pihak yang berutang akan memberi bunga untuk jangka waktu tertentu.

Jangka waktu pengembalian utang lebih dari satu tahun. Obligasi yang paling aman adalah obligasi atau surat utang dari negara.

Keuntungan Obligasi
A. Memberikan pendapatan tetap (fixed income) berupa kupon.
B. Keuntungan atas penjualan obligasi (capital gain).
C. Bunga lebih besar dibandingkan deposito.

Kerugian Obligasi
A. Risiko perusahan tidak mampu membayar kupon obligasi maupun risiko perusahaan tidak mampu mengembalikan pokok obligasi.
B. Risiko Tingkat Suku Bunga (Interest Rate Risk).
C. Jangka waktu panjang (lebih dari 1 tahun), sehingga tidak dapat dicairkan bila diperlukan atau bila ingin berinvestasi lain.
D. Bila pihak yang berutang bangkrut, berarti tidak dapat mengembalikan utangnya.

3. Reksa Dana
Reksa dana merupakan tempat menghimpun dana secara kolektif. Dana yang terkumpul akan dikelola oleh Manajer Investasi yang akan diinvestasikan pada jenis investasi lainnya.

Bila mendapat keuntungan atau kerugian akan dibagi secara rata untuk para investor. Jenis risikonya berbeda, tergantung jenis risiko yang dipilih. Jenisnya adalah reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, dan reksa dana campuran.

Keuntungan Reksa Dana
A. Dikelola oleh Manajer Investasi yang ahli di bidangnya.
B. Karena diinvestasikan ke banyak tempat, maka bila terjadi kerugian di satu tempat bisa tertolong tempat lain yang mungkin menghasilkan keuntungan.

Kerugian Reksa Dana
A. Untuk sebagian orang, karena tidak dikelola sendiri sering tidak puas dengan hasilnya.
B. Keuntungan lebih sedikit dibandingkan saham dan ada biaya yang dikeluarkan untuk pengelolanya.

4. Properti
Harga properti yaitu rumah dan tanah cenderung akan naik. Dengan membeli properti, dan menjualnya di kemudian hari akan mendatangkan keuntungan karena harga jualnya sudah naik.

Harga rumah akan cepat naik bila lokasinya strategis atau dekat dengan fasilitas umum, ini dapat menjadi pertimbangan saat akan memilih lokasi.

Keuntungan Properti
A. Risiko kecil
B. Dapat disewakan sehingga dapat memberi penghasilan tambahan.

Kerugian Properti
A. Membutuhkan modal yang besar untuk membeli rumah atau tanah.
B. Properti bukan aset yang likuid karena tidak mudah untuk menjualnya bila suatu saat membutuhkan uang.

5. Emas
Harga emas cenderung naik setiap tahun, itulah sebabnya banyak orang yang membeli emas kemudian menjualnya saat harganya naik. Bila hendak digunakan untuk investasi, emas yang dibeli hendaknya berupa logam mulia batangan atau koin.

Emas batangan atau koin tidak mengalami penyusutan atau ongkos pembuatan yang biasa dikenakan apabila kita menjual dalam bentuk perhiasan.

Keuntungan Emas
A. Termasuk aset likuid atau aset yang mudah dijual.
B. Tahan lama
C. Harga stabil, cenderung naik

Kerugian Emas
A. Emas tidak membuat pemiliknya bertambah kaya
B. Ada kemungkinan nilai emas anjlok
C. Tidak dapat memberikan penghasilan rutin

6. Saham
Perusahaan akan memberikan keuntungan yang diterima kepada para pemegang saham yang disebut sebagai deviden. Bila dinilai baik atau banyak orang yang berminat untuk membeli saham suatu perusahaan, harganya akan naik, sehingga bila Anda menjual sahamnya akan memperoleh keuntungan.

Sebaliknya, bila perusahaan menderita kerugian, harga sahamnya dapat turun sehingga Anda dapat menderita kerugian. Saham ini dapat dibeli pada perusahaan sekuritas. Untuk tiap transaksi jual atau beli, Anda akan dikenakan biaya.

Keuntungan Saham
A. Bila harga saham naik maka keuntungan yang didapat banyak
B. Dengan modal sedikit, dapat diperoleh hasil berkali-kali lipat.

Kerugian Saham
A. Risiko kehilangan modal jika perusahaan bangkrut/ pailit
B. Risiko kehilangan juga terjadi ketika harga saham turun.

Berikut adalah beberapa Pertimbangan Keuntungan dan Kerugian Produk Investasi Keuangan. Cermatilah dengan bijak. Semoga Bermaanfaat.

Mau Menjadi Kaya Atau Bahkan Lebih Kaya? Download Sekarang Juga "37 Cara Menjadi Kaya by Tung DW dan Robert T.Kiyosaki" senilai Rp 997.000. Khusus Untuk Pembaca detikFinance Hari Ini, Saya Kasih Gratis, Terbatas Untuk 100 Orang Pembaca. Klik di Sini Untuk Download. (ang/ang)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed