Follow detikFinance
Kamis, 22 Mar 2018 08:53 WIB

Investasi Syariah, Harta Tenang Hati pun Senang

Ellen May - detikFinance
Foto: Dok. Ellen May Foto: Dok. Ellen May
Jakarta - Beberapa rekan beragama muslim sempat bertanya, tentang investasi saham Syariah. Apa sebenarnya investasi saham Syariah, dan bagaimana caranya?

Anda ingin investasi saham, tapi takut kalau investasi saham itu bertentangan dengan syariat Islam? Jangan takut, karena sekarang sudah ada indeks khusus saham Syaria. Ingin tahu saham apa saja yang sesuai syariat Islam saat ini?

Langsung aja kita pelajari yuk!

Investasi Saham Syariah
Kini sesuatu yang berbau syariah sedang booming dan populer. Dimulai dari pakaian syariah atau busana muslim, perbankan syariah, tabungan syariah hingga saham syariah.

Namun, sayangnya masih banyak orang yang belum tahu bagaimana sih caranya investasi saham syariah?

Nah, sebelum memulai berinvestasi saham syariah, Anda tentunya harus tahu lebih dulu dengan apa sih yang dimaksud dengan saham syariah?

Saham syariah adalah efek atau surat berharga yang memiliki konsep penyertaan modal kepada perusahaan dengan hak bagi hasil yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah.

Suatu saham dapat dikategorikan sebagai saham syariah jika saham tersebut diterbitkan oleh:
1. Emiten dan Perusahaan Publik yang secara jelas menyatakan dalam anggaran dasarnya bahwa kegiatan usaha Emiten dan Perusahaan Publik tidak bertentangan dengan Prinsip-prinsip syariah.

2. Emiten dan Perusahaan Publik yang tidak menyatakan dalam anggaran dasarnya bahwa kegiatan usaha Emiten dan Perusahaan Publik tidak bertentangan dengan Prinsip-prinsip syariah, namun memenuhi kriteria sebagai berikut:

Perusahaan yang akan menerbitkan saham Syariah tersebut juga tidak boleh melakukan kegiatan usaha seperti:
➢ Perjudian dan permainan yang tergolong judi;
➢ Perdagangan yang tidak disertai dengan penyerahan barang/jasa;
➢ Perdagangan dengan penawaran/permintaan palsu;
➢ Bank berbasis bunga;
➢ Perusahaan pembiayaan berbasis bunga;
➢ Jual beli risiko yang mengandung unsur ketidakpastian (gharar) dan/atau judi (maisir), antara lain asuransi konvensional;
➢ Memproduksi, mendistribusikan, memperdagangkan dan/atau menyediakan barang atau jasa haram zatnya (haram li-dzatihi), barang atau jasa haram bukan karena zatnya (haram li-ghairihi) yang ditetapkan oleh DSN-MUI; dan/atau, barang atau jasa yang merusak moral dan bersifat mudarat

Transaksinya pun harus sesuai syariat Islam dan tidak boleh mengandung unsur suap (risywah), seperti:
➢ Rasio total hutang berbasis bunga dibandingkan total ekuitas tidak lebih dari 82%,
➢ Rasio total pendapatan bunga dan total pendapatan tidak halal lainnya dibandingkan total pendapatan usaha dan total pendapatan lainnya tidak lebih dari 10%.

Saham apa saja yang termasuk, dan tidak termasuk dalam Syariah?

Seperti yang sudah dijelaskan tadi, seluruh saham bisa dikategorikan sebagai saham Syariah, jika sudah sesuai dengan Syariat Islam.

Anda mungkin beranggapan bahwa seluruh saham disektor perbankan pasti tidak syariah, karena menerapkan bisnis riba. Tapi, ternyata saat ini sudah ada saham perbankan yang masuk dalam kategori saham Syariah loh, contohnya PNBS dan ARTA.

Saham yang memproduksi minuman keras dan rokok, seperti DLTA, GGRM dan HMSP juga tidak termasuk saham Syariah.

Bagi emiten / perusahaan yang terdaftar dan sahamnya diperdagangkan di bursa saham, apabila memenuhi kriteria di atas, maka bisa digolongkan sebagai saham syariah. Dari sekitar 500 lebih saham yang terdaftar saat ini, 300 di antaranya merupakan perusahaan yang sesuai dengan kriteria di atas. Daftar saham Syariah ini selengkapnya bisa Anda lihat di saham.link/daftarefeksyariah .

Apakah semua saham Syariah bagus untuk investasi?

Meskipun termasuk sebagai saham Syariah, bukan berarti semua saham tersebut merupakan saham yang direkomendasi untuk investasi.

Seperti saham lainnya pada umumnya, saham Syariah juga harus di cek secara fundamental.

Saham Syariah ini juga memiliki indeks saham yang berisi kumpulan saham-saham terbaik, berkapitalisasi besar, liquiditas tinggi, dan sesuai Syariat Islam tentunya.

Indeks ini disebut Indeks Jakarta Islamic Index (JII) yang biasanya dievaluasi setiap 6 bulan sekali. Berikut 30 saham yang menghuni Indeks JII untuk periode Desember 2017 - Mei 2018

Foto: Dok. Ellen May

Sebagai informasi, seluruh saham di Indeks JII ini sudah 100% syariah, jadi Anda tidak perlu bingung lagi mau beli saham apa.

Nah, di tabel tersebut kami juga sudah memberikan rasio P/E yang bisa mempermudah Anda dalam menentukan kira-kira saham perusahaan mana yang memiliki potensi kenaikan (upside) yang lebih besar. Semakin jauh perbedaan angka P/E perusahaan dan industri, maka akan semakin bagus.

Tidak hanya itu saja, saham Syariah ternyata juga memiliki beberapa perbedaan yang mencolok dibandingkan dengan saham konvensional. Apa perbedaannya?

Saham syariah:
1. Investasi terbatas pada sektor tertentu (sesuai dengan syariah), dan tidak atas dasar utang.
2. Didasarkan pada prinsip syariah (penerapan loss-profit sharing).
3. Melarang berbagai bentuk bunga, spekulasi dan judi.
4. Adanya syariah guidline yang mengatur berbagai aspek seperti alokasi aset, praktek investasi, perdagangan dan distribusi pendapatan.
5. Terdapat mekanisme screening perusahaan yang harus mengikuti prinsip syariah.

Konvensional:
1. Investasi bebas pada seluruh sektor.
2. Didasarkan pada prinsip bunga.
3. Membolehkan spekulasi dan judi yang pada gilirannya akan mendorong fluktuasi pasar yang tidak terkendali.
4. Guidline investasi secara umum pada produk hukum pasar modal.

Bicara tentang investasi saham Syariah, tidak lepas dari bicara tentang kondisi pasar secara keseluruhan. Simak artikelnya di bawah ini.


Salam profit
Ellen May

(ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed